Kabar Nasional – Banjir yang Terjadi di Kuningan, 500 Unggas serta 140 Kambing Terseret Arus

 

Enam desa yang berada di Kecamatan Cibingbin, Kab Kuningan, Jawa Barat memang sempat terendam banjir dan memiliki ketinggian yang bervariasi. Banjir tersebut terjadi karena meluapnya Sungai Cijalengkok. Setelah kejadian tersebut, tercatat ada puluhan rumah yang telah rusak berat serta ratusan hewan ternak telah hanyut. Pihak kepolisian pun masih belum mendapat laporan terkait korban jiwa manusia.

“Berdasarkan laporan dari warga, ada 5 ekor sapi, 500 unggas serta 140 kambing yang telah hilang karena terseret arus banjir. Juga ada 40 rumah yang mengalami kerusakan berat setelah terkena arus banjir tersebut,” ungkap Kombes Yusri Yunus selaku Kabid Humas Polda Jabar sebagaimana yang telah dikutip dari detik.com pada Senin 23/1/2017.

Enam desa yang telah terkena dampak dari banjir yakni Desa Cisaat, Desa Cibingbin, Desa Sukaharja, Desa Sindang Jawa, Desa Bantar Panjang serta Dukuh Badag. Ketinggian banjir pada enam desa tersebut mencapai ketinggian 1 meter.

Yusri pun menjelaskan bahwa bajir yang telah terjadi di sejumlah wilayah tersebut, berlangsung dengan cepat. Pada sore harinya, banjir pun sudah mulai surut. Warga yang sebelumnya sempat mengungsi, akhirnya kini mulai beransur – ansur kembali menuju rumahnya.

“Kondisi dari aliran Sungai Cijangkelok pun sudah berada pada kondisi normal. Penduduk dari enam desa yang sudah terkena dampak banjir pun sudah kembali menuju rumahnya masing – masing. Bersama dengan pihak kepolisian serta stakeholders terkait, warga pun berupaya untuk membersihkan rumah dari kotoran dan lumpur sungai,” imbuh Yusri.

Yusri juga menambahkan apabila Pemkab Kuningan serta Badan Penanggulangan Bencana Daerah atau BPBD sampai dengan saat ini masih terus melakukan penghitungan serta pendataan secara pasti terkait dengan kerugian materi yang telah dialami oleh warga dikarenakan banjir yang telah terjadi. Situasi Kamtibmas pada lokasi bencana banjir pun aman dan kondusif.

“Masih belum ada laporan terkait adanya korban manusia, baik yang hilang maupun meninggal dunia,” jelas Yusri.

Pemda Kabupaten Kuningan serta BPBD telah mendirikan posko bencana alam serta tempat penyaluran bantuan kemanusiaan bagi masyarakat sekitar. Tidak hanya itu saja, instansi terkait pun telah menyiapkan posko kesehatan guna memberikan pelayanan bagi masyarakat, khususnya untuk korban banjir.

Be Sociable, Share!