Kabar Nasional – Barang Bukti AKBP Brotoseno Mencapai RP 2,9 Miliar

 

Mabes Polri telah merilis informasi terbaru terkait dengan kasus suap yang telah melibatkan nama AKBP Brotoseno. Sampai dengan saat ini, barang bukti yang sudah terkupul mencapai Rp 2,9 milliar.

“Berdasarkan pada keterangan serta berang bukti yang sudah ditemukan, telah ditemukan fakta bahwasannya penerimaan suap ataupun penerimaan hadiah maupun janji yang sudah dilakukan oleh salah satu anggota Polri yang berinisial AKBP BS tersebut, diduga kuat telah terkat atau memiliki kaitan dengan proses penyeIidikan yang pada saat ini masih terus berjalan serta sedang ditangani oIeh Direktorat Tindak Pidana Korupsi Bareskrim,” sebagaimana yang dituliskan dalam keterangan Karo Penmas Div Humas PoIri, Kombes Rikwanto pada Sabtu 19/11/2016.

AKBP Brontoseni pada saat ini memang telah berstatus sebagai tersangka dalam penerimaan suap. Dirinya bersama dengan Kompol D, diduga sudah menerima uang senilai Rp 1,9 miliar. Uang tersebut berasal dari pengacara H dengan perantara yang berinisial L guna penanganan perkara dugaan adanya korupsi cetak sawah.

“Sampai dengan saat ini, barang bukti yang telah disita serta dihitung berjumlah total RP 2.998.8000.000,” tambah Rikwanto.

Barang bukti yang sudah berhasil ditemukan dan dihitung adalah sebagai berikut:

  1. Uang tunai pecahan Rp 100.000,- sejumlah Rp 1.748.800.000,- atau satu miliar tujuh ratus empat puIuh delapan juta deIapan ratus ribu rupiah, yang sudah disita dari tangan AKBP BS.
  2. Uang tunai pecahan Rp 100.000,- sebesar Rp 150.000.000,- atau seratus lima puIuh juta rupiah yang disita dari KompoI DSY.
  3. Uang tunai pecahan Rp 100.000,- sebesar Rp 1.100.000.000,- atau satu miIiar seratus juta rupiah yang telah disita dari LMB.
  4. Sejumlah kertas pengikat uang bertuliskan nama dari salah satu bank nasional.

Apabila terbukti memang terlibat dalam kasus tersebut, maka AKBP Brotoseno serta Kompol D, akan dipecat dari Polri. Hingga saat ini, proses hukum dari tersangka penerima suap dalam penanganan perkara dugaan korupsi cetak sawah masih terus berlangsung.

Selain kedua oknum polisi dan pengacara berinisial H, perantara yang telah menyerahkan uang berinisial L itu juga telah ditetapkan sebagai tersangka.

Be Sociable, Share!