Kabar Nasional – Bareskim Janjikan Besok Serahkan Barang Bukti Vaksin Palsu KeJagung

Bareskim mapes Polri telah menyelesaikan berkas dari 23 tersangka dari kasus tentang peredaran vaksin palsu. Rencana besok berkas dari kasus peredaran vaksin palsu akan diserahkan epada pihak kejaksaan Agung / Kejagung.

Brigjen Agung Setya selaku Direktur Tindak Pidana ekonomi Khusus atau Dirtipidum dari Bareskim Polri telah menjelaskan bahwa berkas yang akan diserahkan nantinya akan dibagi di dalam 4 berkas.

Kemudian, diapun juga menyebutkan bahwa 4 berkas itu, Nuraini, Syafrizal,Iin sulastri, Rita Agustina, Hidayat, dan juga Agus Priyanto adalah para pembuat vaksin palsu.

“Saya akan pastikan besok semua berkas akan segera dikirim, dan nantinya kita akan melihat,” jelas Agung saat berada di Humas Mabes polri daerah Jakarta pada hari Kamis, 20 Juli 2016.

Bareskim juga sudah menetapkan 23 tersangka yang ada di dalam peredaran vaksin palsu ini.ada 3 diantaranya yang juga berprofesi sebagai dokter yang ada di Rumah sakit yaitu dengan inisial H,A.R dan juga Indra Sugiarto yaitu seorang dokter yang ada di R.S Harapan Bunda.

Sebelumnya Satgas dari kasus vaksin palsu Maura Linda telah mengatakan seharusnya dari awal pengadaan dan juga pembelian vaksin khusus untuk rumah sakit memang harusnya melalui 1 pintu. Jadi dokter tidak dapat membeli langsung dari seorang sales.

Maura juga mengelak jika dokter yang adadi beberapa R.S telah terlibat adanya peredaran vaksin palsu itu apalagi diperbolehkan membeli kepada sales secara langsung. Baginya dokter hanyalah sebatas memberikan suatu informasi mengenai vaksin di R.S tersebut.

Maura juga mengatakan, semua peraturan di dalam pengelolaan obat dan juga vaksin dari pengadaan hingga perencanaan memang sudah ada penanggungjawab masing-masing serta sudah diatur di dalam Permenkes.

“Nah, Mungkin saja diluar system tersebut ada beberapa oknum yang telah melakukan sebuah kesalahan maka kita akan menyerahkan kepada para polisi,” tutupnya.

Untuk diketahui lanjutnya, Kemenkes telah merilis ada 14 Rumah sakit yang memang diduga telah terlibat di dalam kasus vaksin palsu. Dokter tersebut diduga telah memperjualbelikan vaksin yang palsu dari seorang distributor dan ditawarkan kembali kepada orang tua bayi.

About The Author