Kabar Nasional – Bayi Tertukar, Pihak Keluarga Curiga Pihak Rumah Sakit

 

Memiliki seorang bayi merupakan impian setiap manusia di dunia. Akan tetapi bagaimana ketika bayi tersebut tertukar setelah dilahirkan. Kejadian tersebut terjadi pada pasangan suami istri yaitu Fatimah dan Win. Setelah sesampainya dirumah, mereka melihat gelang yang dipakai oleh bayi tersebut dengan bertuliskan nama yang berbeda.

Hal tersebut membuat keduanya kaget dan langsung mendatangi Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Moehammad Husin Palembang tempat Fatimah melahirkan, untuk menanyakan kejadian tersebut. Naasnya, pihak rumah sakit menolak tanpa memberikan alasan.

Diketahui bahwa bayi yang mereka bawa tersebut telah meninggal dunia. Salah satu keluarga dari Fatimah menjelaskan, meskipun masih menaruh curiga terhadap bayi yang tertukar, pihak keluarga akan tetap melakukan pemakaman terhadap bayi perempuan tersebut. Mereka melakukan hal tersebut karena melihat keadaan jenazah bayi.

Dengan adanya pihak rumah sakit yang tidak merespon kedatangan mereka, pihak keluarga keesokan harinya kembali datang. Pihak keluarga ingin melihat bayi yang dimiliki oleh Sumarni, namun pihak rumah sakit lagi-lagi menolak dengan berbagai alasan. Akan tetapi dengan adanya penolakan tersebut, keluarga Fatimah tidak berhenti begitu saja. Mereka akan terus berusaha untuk mengetahui permasalahan yang sebenarnya.

Salah satu keluarga dari Fatimah melakukan berbagai cara agar dapat bertemu dengan bayi milik Sumarni. Dari situlah keluarga Fatimah melihat bahwa bayi Sumarni ketika itu masih berada di ruangan yang sebelumnya dipakai oleh bayi Fatimah. Ketika mereka berhasil mengintip kedalam ruangan rawat tersebut, mereka melihat petugas sedang melepas gelas identitas yang berada ditangan bayi Sumarni.

Setelah beberapa saat kemudian, pihak rumah sakit mengajak pihak keluarga Fatimah untuk berbicara dan menjelaskan. Naasnya, pihak rumah sakit masih saja membatah atas kejadian penukaran bayi. Salah keluarga Fatimah mengatakan bahwa, pihak rumah sakit memintanya untuk melakukan sidik jari ulang, akan tetapi pihak dari kami menolak. Bisa saja hasilnya dibuat-buat oleh mereka agar kasus ini segera selesai.

Jika mereka menginginkan sidik jari untuk menyelesaikan tersebut, pihak keluarga kami menginginkan agar yang melakukan bukan dari RSUP Muhammad Hoesin Palembang. Hal tersebut agar hasilnya bisa netral dan hasilnya juga tidak akan kami ragukan kembali.

Be Sociable, Share!