Kabar Nasional – Begal Motor Bersenpi di Jakut Ternyata Masih SMP

Dua warga Tanjung Priok, Dickyawan alias Dicky (16) serta Haspril Wardianto alias Aping (20) harus berurusan dengan satuan Reserse Kriminal Polres Metro Jakarta Utara. Dua orang warga tersebut ditangkap karena melakukan tindakan begal dengan senjata api dan clurit.

Penangkapan tersebut bermula ketika Jatanras Polres Metro jakarta Utara sedang melakukan patroli pada hari Sabtu (29/04/2017). Polisi kemudian mendapatkan informasi telah terjadinya kejahatan begal di daerah Pademangan, Jakarta Utara. Mendapatkan informasi tersebut akhirnya para petugas langsung menuju ke TKP untuk melakukan pengejaran.

Pelaku yang berjumlah empat orang itu menggunakan dua sepeda motor dan sudah menargetkan korban yang tengah berada disamping motor pelaku. Dua pelaku, Dicky dan Haspril kemudian mengancam korban dengan menggunakan senjata api dan celurit agar korban mau menyerahkan sepeda motor dan dompetnya.

Korban yang diketahui bernama Jalu Dwi Prasetyo adalah seorang karyawan swasta. Korban yang dalam keadaan ketakutan lantas berlari dan langsung berusaha menghubungi Opsnal Jatanras. Setelah para pelaku tersebut berhasil melakukan aksinya kemudian mereka langsung melarikan diri.

Memperoleh laporan tersebut, Unit Jatanras kemudian langsung melakukan pengejaran terhadap komplotan begal itu. Aparat akhirnya berhasil menangkap dua pelaku dan beberapa barang bukti. Kedua pelaku lainnya diketahui berhasil kabur dan saat ini tengah diburu oleh polisi.

“Kedua pelaku begal lainnya, berinisial I dan D kini tengah dalam proses pengejaran oleh para petugas,” kata Kasat Reskrim Polsek Jakarta Utara AKBP Nasriadi.

Penangkapan kedua pelaku terjadi di Jalan Blosom, Pademangan, Jakarta Utara dan saat ini keduanya tengah menjalani penyelidikan oleh petugas Satreskrim Polres Jakarta Utara.

Menurut pegakuan dari kedua pelaku yang berhasil diamankan oleh petugas. Mereka sudah dua kali melakukan aksi kejahatan begal tersebut. Salah satu dari pelaku yang berhasil ditangkap yang bernama Dicky masih bersetatus bersekolah di tingkat SMP. “Yang masih SMP itu yang mempunyai senjata api,” kata Nasriadi.

Saat ini keduanya akan menjalani proses penyelidikan sambil nunggu yang dua lainnya sedang dalam proses pengejaran oleh aparat.

About The Author