Kabar Nasional – Bela Negara Bukanlah Wajib Militer

 

M. Faisal, yang di saat ini telah menjadi direktur Bela Negara Kementrian Pertahanan Laksamana Pertama memberikan suatu ketegasan kalau upaya atau program bela negara bukan usaha seperti wajib militer.

“Wajib militer sendiri memang tidak ada berada di Indonesia untuk saat ini. Yang ada bela negara tanpa adanya suatu paksaan dan dilakukan secara sukarela oleh siapapun yang memang mau untuk di bina,” terang dari M. Faisal setelah di mintai keterangan oleh wartawan, di temui berada di Kementrian Pertahanan, untuk hari ini Selasa (13/10/15).

Keterangan dari dirinya, untuk bela negara ini adalah bagian untuk pembentukan karakter bangsa yang juga telah mendukung adanya program pemerintah di dalam melakukan revolusi mental.

“Jangan lupa, ini adalah bentuk dari revolusi mental dari karakter bangsa Indonesia,” terang darinya memberikan penegasan.

Sampai saat ini, keterangan dari Faisal, dasar hukumnya adalah di pasal 27 UUD 1945 yang dimana telah menyatakan kalau setiap warga negara berhak dan wajib dalam membela negara.

“Ini memang berlaku untuk setiap warga negara, dan jangan harus membayangkan kalau ini adalah bentuk persiapan perang, akan tetpai juga harus bisa dilihat dari kehancuran budaya dan kemiskinan,” tambahnya.

Berdasarkan keterangan dari Faisal, program ini menjadi suatu inisiatif dari Kementrian Pertahanan yang mengutamakan kesadaran cinta Tanah Air dan bela negara.

“Ini sudah menjadi konsep pembinaan kesadaran bela negara kepada seluruh masyarakat, karena dari setiap orang masih belum tentu akan kewajibannya,” tambahnya.

Untuk saat ini, keterangan darinya, pembentukan karakter kini telah di lakukan berada di 45 kabupaten.

“Dari pembinaan ini bukan untuk dijadikan militer. Tidak ada suatu hubungannya dengan yang namanya militer. Lebihnya lagi paham akan wajib militer. Jangan sampai orang bisa menghilangkan tujuan mulia tersebut,” tambahnya menjelaskan.

“Terkadang orang yang berpikir kalau berbicara masalah bela negara, itu akan di kaitkan dengan peperangan. Kita masih belum menjelaskan sampai di situ,” tegasnya.

Be Sociable, Share!