Kabar Nasional – Bertahan Hidup Dari Ajaran Samin

Banyak sekali yang mempercayai warga Samin ataupun yang sedulur Sikep merupakan symbol dari salah satu pewaris dari tradisi kebudayaan yang ada di Jawa. Dan sebaliknya, ada juga yang memberikan stigma bahwasannya warga Samin merupakan warga yang terbelakang yang tak mau sekolah.

Warga Samin telah mempunyai prinsip yang tersendiri untuk bsia menjalani hidup. Kadang, keberadaan mereka memang akan terasing pada wilayahnya sendiri.

Lambat laun maka stigma tersebut akan berubah. Anak Samin itu mulai bersedia sekolah. Merekapun juga telah hidup bersosial dengan para warga sekitar. Budi Santoso, merupakan salah satu warga Sikep yang berasal dari desa larikrejo, dari Kec. Undaan, kab. Kudus misalnya. Walaupun berasal dari Sikep,diapun mulai mengarahkan ke-3 anaknya untuk bsia ikut belajar di sekolah.

Semua anaknya yang lulus dari SMP  yang ada di wilayahnya. Maka sekolah untuk mereka tak harus tinggi. Yang terpenting adalah anak-anak mereka dapat membaca dan juga berhitung. “Kami pun sudah cukup dengan hal itu, mau apa lagi,” jelas Budi seperti yang sudah dijelaskan pada kompas.com pada hari Jumat,16/12/2016.

Orang Samin yang tak dikenal mempunyai kepribadian yang jujur serta lugu. Disaat kedatangan tamu, maka mereka telah menyuguhkan makanan yang dia punyai. Maka mereka telah menyuguhkan makanan yang telah dipunyainya. Dan mereka tak menyembunyikan apa yang telah mereka miliki.

Warga Samin  telah mengajarkan kesantunan. Mereka haruslah mencintai alam dan seisinya. Mereka ternyata juga cinta dan setia pada amanat dari leluhur serta dan juga hormat dengan adanya ppemerintah yang telah dianggap sebagai orangtua dan sesepuh rohani.

Di dalam salah satu buku dari karya budi Santoso, orang Samin memang mendasarkan perilaku di 4 hal. Mereka tak menganggu siapapun, tak mengambil milik dari orang lain, mencari makanan dari miliknya sendiri dan juga menjaga perilaku denga sangat baik.

Ajaran Samin telah mengandung banyak sekali nilai keluhuran. Maka dari itu hal sewajarnya dari keberadaan Samin di jaga di dalam konteks pembangunan bangsa. Orang Samin dapat melestarikan budaya local mereka sehingga nilai dari kearifan itu dapat merawat kebhinekaan.

Ajaran Samin memang identik dengan kejujuran dan juga paseduluran ataupun persaudaraan. Dari konsep paseduluran tak memandang ras, agama dan juga suku. Mereka merasa sebagai sama-sama makhluk social yang telah diciptakan  YMK yang bersosial sesame manusia dan juga alam seisinya.

About The Author