Kabar Nasional – Bikin Kerajinan dari Limbah Paralon, Dua Bocah jadi Jutawan

Dua bocah bersaudara dari Jambi, Bayu dan Dimas memang masih mengenyam pendidikan Sekolah Dasar yang ada di Kota Jambi. Tetapi, kedua bocah ini berhasil menciptakan sebuah kreativitas dengan memanfaatkan limbah paralon bekas untuk menjadi kerajinan tangan yang tidak hanya cantik, namun juga memiliki nilai jual yang tinggi. Bahkan, keduanya pun mampu menghasilkan pendapatan Rp 500 ribu sampai Rp 1,5 juta di setiap bulannya.

Sebagaimana yang telah dilansir dari detik.com pada Selasa 24/1/2017, kerajinan tangan yang telah dihasilkan oleh kakan beradik yang bertempat tinggal di Jelutung Kota Jambi ini, mampu menjual hasil dari kerajinan mereka hingga Semarang, Jakarta dan Bali. Dengan demikian, mereka pun mampu membantu untuk memenuhi kebutuhan untuk sekolah.

Bayu mengungkapkan bahwa  kerajinan yang telah dihasilkannya bermula dari sebuah hobi. Berawal dari paralon, kemudian mereka mengukir berbagai motif yang sesuai dengan apa yang mereka pikikan.

“Pada mulanya hanya iseng saja, namun kami terus mencoba untuk menghasilkan sesuatu yang kreatif. Dan akhirnya, kami mencari paralon bekas yang berada di tempat sampah yang sudah tak terpakai oleh warga,” ungkap Bayu.

Kerajinan dengan menggunakan bahan paralon bekas ini telah dilakukan kedua kakak beradik ini dalam kurun waktu satu tahun terakhir. Meski pun pada awalnya merka terlihat kesulitan untuk bisa memasarkannya,  namun saat ini kerajinan hasil buah tangan mereka telah mulai banyak diminati. Barang yang sudah mereka hasilkan diantaranya vas bunga, kotak tisu serta kotak sirih.

“Pada awalnya kami telah belajar dari ayah, namun saat ini sudah terbiasa sendiri,” ujar bocah yang telah menekuni kerajinan paralon bekas semenjak kelas 4 SD.

Meski pun sudah mampu menghasilkan pendapatan sendiri, namun sekolah masih tetap yang pertama. Keduanya biasanya mengerjakan kerajinan itu setelah pulang sekolah. Dan hasilnya, mereka pun berhasil menghasilkan 3 – 4 kerajinan di setiap harinya.

Terkait dengan penjualan, keduanya telah mengakui bahwa peminat produk mereka itu berasal dari berbagai kalangan. Mulai dari Jambi hingga luar pulau.

“Alhamdulillah, pada saat ini telah banyak yang suka. Mulai dari pelajar sampai ke orang – orang kantoran yang berada di Jambi, sejumlah kabupaten, bahkan ada juga yang berasal dari luar provinsi,” jelas Bayu.

Harga dari kerajinan yang telah mereka buat, bervariasi, tergantung pada tingkat kesulitan. Biasanya hasil kerajinan dijual mulai harga Rp 50 ribu sampai dengan Rp 300 ribu.

About The Author