Kabar Nasional – BNN: Sabu Seberat 10 Kg telah Dikendalikan Napi dari Lapas Tanjung Gusta

 

BNN bersama dengan Bea Cukai dari Sumatera Utara telah membongkar sindikat narkoba berjenis Sabu di Medan. Pada penindakan itu, petugas telah berhasil menangkap tersangka sebanyak 12 orang.

Para tersangka yang berhasil ditangkap, berinisial BD, SY, DEN, PS, AC, J, Y, AL, H, AF, HS & AY. Pada saat akan ditangkap, tersangka berinisial BD terpaksa telah ditembak oleh petugas dan akhirnya meninggal dunia karena tersagka berusaha untuk melawan petugas.

“Sudah ada 12 tersangka yang berhasil diamankan. Dimana empat diantaranya berasal dari dalam Lapas Tanjung Gusta,” ujar irjen Pol Arman Depari selaku Deputi Pemberantasan BNN kepada wartawan di Medan pada Sabtu 14/1/2017.

Berang haram tersebut merupakan pesanan dari AY (narapidana) yang berasal dari Malaysia. AY telah meminta bantuan kepada rekannya, HS yang juga seorang napi untuk mencarikan pembeli. Kemudian, HS pun meminta bantuan AF juga seorang napi agar mencarikan pembeli untuk barang haram tersebut.

“Lantas AF pun memerintahkan H untuk mencarikan pembeli. Lantas H pun memberikan perintah pada AL guna mengambil barang pada Jalan Sisingamangaraja yang telah dibawa oleh J serta Y. J telah diperintahkan oleh AY guna menyerahkan sabu itu,” jelas Arman.

Arman juga mengungkapkan apabila tersangka J telah mendapatkan perintah dari AY guna mengambil sabu yang berasal dari Riau yang berasal dari AC. Jumlah sabu itu sebanyak 2 karung goni.

Lantas setelah sabu yang berada di dalam karung goni itu diterima oleh J, selanjutnya dibawa menuju rumah Y. J lantas memecah sabu dan memasukkannya dalam tas ransel yang berikan 10 bungkus sabu dengan berat 10 kilogram.

“Lalu tas ransel yang telah sabu tersebut, dimasukkan pada sebuah tas koper besar. Selanjutnya sabu dibawa oleh J, Y lalu ke PS, DEN dan SY selanjutnya sabu tersebut diserahkan pada BD dan AL,” kata Arman.

Dirinya pun mengungkapkan bahwa sabu tersebut rencananya akan segera diedarkan menuju sejumlah daerah yang berada di Sumatera Utara. Arman juga telah mengungkapkan bahwa tak menutup kemungkinan bahwa barang haram tersebut akan diedarkan dalam lapas.

Be Sociable, Share!