Kabar Nasional – BNPB Mengungkap Alasan Sulitnya Mencari Korban Longsor di Ponorogo

Badan Nasional Penanggulangan Bencana telah menjelaskan bahwasannya salah satu alasan Tim SAR kesulitan untuk mencari korban longsor Ponorogo ialah besarnya area longsor. Lonsor yang terjadi di Desa Banaran, Kec Pulung, Kabupaten Ponorogo itu, setidaknya telah menimbun 35 rumah warga.

Sutopo Purwo Nugroho selaku Kepala Pusat Data Informasi & Humas BNPB telah mengatakan apabila retakan pada perbukitan tersebut telah terbentuk semenjak 11 Maret 2017 yang lalu. Retakan tersebut kemudian melebar sampai dengan terjadi longsor pada 1 April 2017. Mulai mahkota longsor, telah meluncur dan menghantam dinding bukit yang berada di depannya.

“Adanya perbedaan morfologi telah menyebabkan material lonsor telah berbelok ke kiri yang kemudian meluncur serta menerjang pemukiman warga yang berada di lereng. Jarak diantara mahkota longsor dan titik terakhir lonsor, berkisar 2 kilometer. Lebar landaan hingga 200 meter serta tebal lonsor mencapai 20 meter. Inilah salah satu hal yang menyebabkan kesulitan untuk mencari korban longsor yang telah tertimbun tanah longsor,” jelas Sutopo.

Oleh sebab itu, BNPB bersama dengan Badan Informasi Geospasial & Badan Geologi telah menerbangkan drone ataupun pesawat tanpa awak guna memetakan daerah longsor serta membantu kaji cepat dalam operasi tanggap darurat. Selanjutnya, peta ini akan dipakai untuk menjelaskan dengan lebih detail terkait luas serta dampak longsoran tersebut,

Tidak hanya itus aja, pemetaan detail dengan menggunakan drone pun bisa dilihat langsung kemungkinan adanya daerah lain yang berpotensi akan mengalami longsor susulan.

Berdasarkan hasil pemetaan serta survey yang dilakukan, telah menunjukkan apabila jenis longsor yang te;ah terjadi di Ponorogo ialah longsor translasi. Yakni longsoran yang disebabkan oleh pergerakan massa tanah & bebatuan yang ada pada bidang gelincir yang berbentuk rata.

Tim SAR hingga saat ini masih baru menemukan 3 korban meninggal dunia. Korban yang telah ditemukan ialah Sunadi 47 tahun, Iwan Danang Suwandi 30 tahun serta Katemi 70 tahun. Sementara itu, masih ada 25 korban lain yang masih dinyatakan hilang dengan status telah tertimbun longsor. Hingga berita ini diturunkan, masih belum ada lagi korban yang berhasil ditemukan.

About The Author