Kabar Nasional – Brutalnya Penolakan Taksi Online di Bandung

Penolakan pada taksi online yang ada di Kota Bandung telah berujung anarkis. Sebuah mobil yang tengah melintas telah dihancurkan sebab telah dicurigai sebagai taksi online. Padahal, kenyataannya itu merupakan kendaraan milik pribadi yang berisikan satu keluarga.

Lebih parahnya lagi, di dalam mobil Avanza dengan plat nomor D 1167 UF tersebut, ada 6 orang di dalamnya, dimana salah satunya merupakan bayi yang baru berusia 1 tahun. Kejadian tersebut, telah berawal saat Avanza yang telah dikemudian oleh Eggy Muhammad, 28 tahun, tengah melintas pada perempatan Jalan BKR – Jalan Sriwijaya (tepatnya di depan dari kantor asuransi ABDA) telah berpapasan dengan kelompok orang yang telah diduga merupakan sopir angkot pada Kamis 9/3/2017.

Ketika berhenti karena saat itu lampu merah, namun tiba – tiba mobil yang berpenumpang satu keluarga tersebut telah diberhentikan oleh sejumlah orang. Sebenarnya, mobil yang dikemudian oleh Eggy ini hendak bertolak menuju Jalan Gatot Subroto. Namun para pelaku telah menuding bahwa mobil itu merupakan taksi online.

“Tiba – tiba saja ada sejumlah orang yang telah berteriak ‘online… online…’. Kami telah disangka sebagai taksi online. Kami melihat ada angkot juga yang hendak ke Gedung Sate (dimana ada demo sopir angkot),” ungkap Depi K, 31 tahun, salah seorang penumpang Avanza ketika ditemui pada Mapolsekta Regol, Bandung.

Dirinya telah dihardik serta disuruh keluar langsung serta memberikan penjelasan bahwasannya mobil tersebut bukannya sebuah angkutan online. Mobil Avanza tersebut telah digoyang – goyang serta dirusak dengan menggunakan batu besar dan tangan kosong.

“Kami pun merasa pasrah serta tidak memberikan perlawanan serta merasa trauma. Kami pun merasa kasihan sebab terdapat seorang bayi yang masih berusia 1 tahun,” tambahnya.

Secara total, ada 7 pelaku dari terduga 8 orang yang telah diamankan setelah adanya pengrusakan pada mobil Avanza.

“Diduga ada 8 orang yang telah melakukan pengrusakan, namun baru 7 yang sudah berhasi diamankan,” ungkap Kombes Pol Hendro Pandowo selaku Kapolrestabes Bandung.

Karena kejadian tersebut, kendaraan korban telah mengalami pecah kappa pada bagain belkang, samping kanan, depan serta sejumlah bagian body pun penyok. Kasus tersebut pada saat ini tengah ditangani oleh Polsek Regol serta terus dilakukan pengembangan.

About The Author