Kabar Nasional –Bupati Klaten Bungkam Setelah di Periksa KPK

Bupati Klaten yang  bernama Sri hartanti telah menjalani pemeriksaan di sebuah gedung KPK yang dilaksanakan pada hari Rabu, 11/01/2017. Sri telah diperiksa sebagai seorang saksi untuk tersangka Suramlan yaitu seorang staf PNS yang telah diduga memberikan suap kepada Sri.

“Sri telah diperiksa untuk SUL yang terkait dengan kasus dugaan suap dari promosi dan juga mutasi jabatan  yang ada di Kabupaten Klaten,” jelas Kepala Biro Humas KPK yang bernama febri Diansyah disaat dikonfirmasi.

Sri telah menjalani pemeriksaan dari pukul 11:00 WIB tadi. Beliau mengenakan kerudung, Sri keouar dari sebuah gedung KPK kurang lebih pada pukul 15:30 WIB tanpa memberikan sebuah komentar apapun kepada awak media. Dari pemeriksaan itu merupakan pertama kalinya untuk Sri sebagai saksi seteah terjaring OTT di tanggal 30 Desember 2016 silam.

Febri telah mengatakan, sampai saat ini dari KPK masih mendalami keterlibatan dari pihak lain yang memang diduga menjadi perantara dari pengumpul uang di dalam kasus dugaan suap pengisian jabatan  yang ada di Kabupaten Klaten.

Febri telah menyakini di dalam kasus ini tidak hanya 1 ataupun 2 orang yang terlah turut memberikan uang ataupun menjanjikan jabatan dari pihak Sri. Karena paasalnya disaat OTT penyidik telah menemukan uang  yang telah diduga dari hasil suap yaitu sebesar 2 miliar dan juga 3,2 miliar.

“Indikasi kami tak hanya ada 1 ataupun 2 orang saja. Dari penyidi yakin ada pihak lainnya yang juga ikut menerima dan juga memberi dengan jumlah dan juga jabatan yang bervariasi,” jelasnya.

KPK sebelumnya juga telah melakukan OTT di 9 orang yang memang sudah diduga terlibat di dalam kasus suap yang terkait dengan promosi dan mutasi jabatan di dalam kaitannya pengisian SOTK dan OPD yang ada di Kabupaten Klaten sudah sesuai dengan amanat P no 18 tahun 2016 yaitu tentang perangkat daerah.

Dari kedelapan orang itu yaitu sang Bupati Klaten yaitu Sri Hartini, Suramlan, Staf PNS yang memiliki inisial BT, Kabid Mutasi yang bernama SLT, staf honorer yang bernama PW dan djuga 2 orang swasta SNS dan SKN. Dari 8 orang itu ada 2 diantaranya yaitu Suramlan dan Sri Hartini telah ditetapkan menjadi tersangka. Sedangkan untuk 6 orang lainnya saat ini masih berstatus saksi.

About The Author