Kabar Nasional – Butuh Uang untuk Lebaran, Sopir Box Lakukan Rekayasa Perampokan uang Rp 500 Juta

 

Kebutuhan selama bulan Ramadhan dan saat ini menjelang Lebaran cenderung akan meningkat. Kebutuhan untuk masalah materi tak jarang akan membuat seseorang untuk melakukan tindak pidana, termasuk terhadap perusahaan tempat kerjanya sendiri.

Seperti yang sudah dilakukan oleh supir boks salah satu perusahaan rokok nasional bernama Rudianto di Kabuaten Indragiri Hulu, Riau. Dia nekat melakukan rekayasa perampokan uang senilai Rp 500 juta milik perusahaannya dengan melibatkan juga dua orang suruhannya.

“Dan setelah menjalankan aksinya, dalam waktu 1×24 jam anggota kepolisian berhasil membekuk pelaku bersama dengan dua pria yang menodongnya di jalanan ketika dirinya membawa mkobil perusahaan,” jelas Kapolres Indragiri Ajun Komisaris Besar Arif Bastari, Selasa (06./06/2017) siang.

Hasil penyidikan yang dilakukan oleh aparat, Rudianto mengaku membutuhkan uang untuk memenuhi kebutuhan dirinya dan keluarga. Dia juga mengaku sudah berusaha untuk mencari pinjaman tapi belum juga ditemukan, hingga akhirnya dirinya kalap.

Diapun akhirnya menyusun rencana bersama dengan dua orang temannya, Rio Putra dan Fetra Yenes. Lalu dirinya meminta keduanya mencegat dirinya yang saat itu membawa mobil box berisi uang Rp 500 juta ketika melintas Jalan Lintas Timur, di Dusun Sei Arang, Kecamatan Siberida.

“Hasil penyidikan sementara, pelaku utama tersebut membutuhkan uang untuk lebaran nanti,” jelasnya.

Dalam merekayasa hal tersebut, dua pria yang sudah diperintahkannya kemudian menghentikan laju kendaraannya di jalan lintas. Keduanya memakai Suzuki Satria FU dan juga memakai jaket serta helm layaknya perampok jalanan.

Setibanya dilokasi, mobil yang dibawa Rudianto dihentikan, lalu dua pria tadi turun dan mengancam akan membunuhnya jika tidak mau menyerahkan uang yang dibawanya. Dalam keadaan “terpaksa”, akhirnya Rudianto menyerahkan uang yang dibawa dan telepon genggamnya.

“Pengakuan supir, mobilnya dipepet ketika saat itu dia melaju 60 kilometer per jam. Kemudian pintunya diketok dan dipaksa untuk berhenti, lalu supir yang juga pelaku utama itu sempat pula memundurkan mobilnya,” jelas Arif.

Dan kasus ini bisa terungkap akibat keteledorannya sendiri, dia terlihat gugup dan ketika dimintai keterangan, keterangannya berubah – ubah sehingga hal tersebut menimbulkan kecurigaan petugas. Dari pengakuannya itulah, kemudian diamankan dua pelaku lainnya.

Be Sociable, Share!