Kabar Nasional – Cerita Kasudin terkait Anak Buahnya Menyelam guna Mengambil Sampah

Ada dua buah video terkait dengan proses pengambilan sampah yang dilakukan oleh petugas, sudah viral pada media social. Pada salah satu video telah menggambarkan ketika pasukan yang memakai jas hujan berwarna oranye tengah menunggu temannya pada pinggir saluran air.

Nampak juga seseorang yang sedang menyelam pada saluran air yang berwarna hitam tersebut. Kemudian petugas tersebut keluar dengan membawa lumpur dan sampah.

Lalu pada video yang satu lagi telah menggambarkan kejadian yang hampir sama. Tetapi petugasyang telah menyelam, nampak mengenakan pakaian berwarna biru. Pakaian tersebut menandakan bahwa mereka merupakan PHL dari Dinas Sumber Daya Air Jakarta.

Dicky Suherlan selaku Kepala Suku Dinas Sumber Daya Air Jakpus telah mengatakan bahwa dirinya saat itu berada di lokasi kejadian ketika PHL tersebut memutuskan untuk menyelam. Tempat kejadiannya berada pada rumah pompa Dwiwarna yang berada di Jalan Raya Kartini di Jakarta Pusat.

“Sehingga apabila pasukan biru tersebut, bukanlah memasuki got, itu merupakan olakan yang berada di rumah pompa,” ungkap Dicky sebagaimana yang telah dikutip dari Kompas.com pada Jum’at 24/2/2017.

Dicky pun menyadari bahwa tindakan yang dilakukan oleh anak buanya dengan menyelam di dalam olakan telah mendapatkan komentar yang kurang baik. Hal itu dikarenakan anak buanya telah menyelam tanpa menggunakan alat perlindungan diri berupa apa pun. Dicky pun lantas menceritakan kisah dibalik aksi tersebut.

Kejadian tersebut terjadi pada Selasa pagi 21/2/2017. Pada waktu itu, dikawasan Kartini tengah tergenang air. Lantas mereka telah menemukan sumbatan berada pada salah satu pompa yang mereka miliki. Dicky pun mengungkapkan bahwa situasinya memang sedang dalam keadaan darurat, sehingga pompa pun harus segera dibersihkan karena ada sumbatan sampah.

“Memang kami gak ada niatan apa – apa, yakin Demi Allah. Semua kami alukan niatnya supaya air bisa kembali lancar pada pompa tersebut. Disitu kan ada sumbatannya, apa kami harus mencari alat terlebih dahulu dimana posisinya pada pagi hari belum ada toko yang buka,” kata Dicky.

Karena keadaan mendesak, kemudian Dicky berniat menyelam agar bisa mengangkut sampah yang menyumbat. Namun hal itu dilarang oleh anak buahnya, akhirnya Dicky tidak jadi menyelam dan digantikan oleh anak buahnya.

About The Author