Kabar Nasional – Deretan Mobil Mewah jadi Bukti Penipuan Koperasi Pandawa

 

Penyidik dari Ditrekrimsus PoIda Metro Jaya berhasil menyita ast berharga berupa puluhan mobil dan motor mewah yang diduga adalah hasil penipuan dan pencucian uang dari investasi bodong Koperasi Pandawa. Polisi berhasil menyita 28 mobil dan 20 motor.

Kombes Raden Prabowo Argo Yuwono selaku Kabid Humas Polda Metro Jaya menyampaikan, aset berupa kendaraan bermotor roda dua dan empat itu disita dari 22 tersangka yang saat ini sudah ditahan lebih dulu.

Selain Salman Nuryanto yang juga bos dari Koperasi Pandawa, rata – rata para tersangka juga merupakan leader di bisnis investasi bodong tersebut. “Barang bukti yang berhasil diamankan berupa motor dan mobil itu ada yang milik bos pandawa dan ada juga yang punya leader juga,” kata Argo saat berada di Mapolda Metro Jaya, kamis (09/03/2017).

Puluhan mobil yang terdiri dari berbagai jenis itu diparkir di depan Gedung Ditreskrimsus PoIda Metro Jaya. Puluhan mobil itu terdiri dari beberapa jenis, seperti sedan, minibus, SUV, hingga mobil sport, semuanya dipasangi garis polisi.

Puluhan motor yang berhasil disita, dipajang di depan Kantor Ditreskrimsus Polda Metro Jaya dan juga dipasangi garis polisi. Kendaraan roda dua itu berjenis mulai dari motor bebek, sport hingga motor gede.

“Saat ini kami juga berhasil menyita aset berupa 12 SHM (sertifikat hak milik), 10 bidang tanah, 6 rumah atau bangunan, dokumen penting, kartu ATM, logam mulia dan buku tabungan,” terang Argo.

Sejauh ini, pihak tim penyidik sudah menerima 31 laporan kepolisian yang terkait dengan kasus investasi Koperasi Pandawa. Disamping itu polisi juga menerima aduan dari 5.459 korban melalui Posko Center Pandawa Group.

Dari jumlah laporan tersebut, 98 orang sudah dimintai keterangan sebagai saksi. Tim penyidik juga sudah meminta keterangan dari tiga orang ahli.

Polisi saat ini juga sudah melakukan penahanan terhadap 22 tersangka, yang merupakan bos dari Koperasi Pandawa Salman Nuryanto alias Dumeri, dua istri Nuryanto dan belasan leader dari bermacam level.

Para tersangka itu akan dijerat menggunakan Pasal 372 KUHP, Pasal 378 KUHP, Pasal 3, 4, 5, 6, UU RI Nomor 8 tahun 2010 tentang Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) dan Pasal 46 UU RI Nomor 10 Tahun 1998 tentang perbankan. Mereka diancam denga hukuman maksimal 20 tahun penjara.

Be Sociable, Share!

 
 

Tags

, , ,

Related Posts

  • No Related Posts

About the author