Kabar Nasional – Desa Pandu Menjadi Harapan Baru Bagi Korban Banjir Manado

 

Masih terekam dengan jelas pada ingatan Nita Nonto, 47 tahun, ketika bandang telah menerjang rumahnya di tahun 2014 silam. Pada waktu itu, air telah meluap kurang lebih dengan ketinggian 6 meter yang berasal dari bantaran sungai.

Kepanikan pun telah dirasakan olehNita serta sejumlah warga lainnya yang sedang melakukan aktivitasnya pada saat siang hari itu. Para warga pun berlarian sehingga tidak sempat untuk menyelamatkan harta benda yang mereka simpan di rumah. Bahkan, rumah Nita yang berada di DAS Sawangan, Manado, pun telah turut hanyut setelah terbawa arus air.

BPBD Kota Manado di tahun 2014, telah mencatat bahwa ada 101 rumah yang telah hanyut. Juga ada 18 orang yang dinyatakan meninggal dunia, dua orang hilang, serta 25.103 kepala keluarga atau 86.355 jiwa telah mengungsi setelah dihajar banjir bandang tersebut. Nita bersama dengan anggota keluarganya, telah mengungsi dalam kurun waktu 3 bulan.

“Dulu saat banjir besar, telah membuat semua harta hilang, langsung terbawa air. Hanya pakaian yang menempel di badan yang tersisa,” ungkap Nita sebagaimana yang telah dilansir dari CNNIndonesia.com.

Wanita yang telah berprofesi menjadi guru di pondok pesantren itu, telah mengaku sempat merasa trauma apabila hujan besar telah datang. Dirinya pun begitu khawatir apabila banjir bandang akan kembali terjadi serta menghanyutkan segala miliknya seperti yang sudah terjadi tiga tahun yang lalu.

Pada saat ini, Nita pun terpaksa telah menumpang pada rumah kerabatnya. Dalam kurun waktu 2 tahun terakhir ini, wanita yang berkacamata tersebut tidak memiliki tempat tinggal sendiri. Semakin mahalnya harga sewa rumah yang berada di Kota Manado, telah membuatnya berpikir selama berulang kali untuk bisa mencari tempat tinggal baru.

Tetapi semenjak bulan Januari 2017, Nita sudah mampu bernafas lega. Dirinya yang telah menjadi salah satu korban banjir, telah direlokasi menuju Desa Pandu di Kecamatan Bunaken, Kota Manado. Dirinya bersama dengan seribu kepala keluarga lainnya, telah menempati hunian tetap pada bekas lahan yang dimiliki oleh Pemkot Kota Manado yang berada di Desa Pandu.

Be Sociable, Share!