Kabar Nasional – Diduga Memiliki Kelainan Seksual, Pelajar Tewas Saat Tonton Film Porno

 

Diduga untuk mengejar kepuasan seksual, seorang pelajar di salah satu SMA swasta yang berada di Surabaya, Jawa Timur, telah melakukan tindakan ekstrim. Pelajar yang berinisial PARS, telah mengikat kemaluannya sendiri sembari menonton film porno.

Pemuda yang baru berusia 17 tahun tersebut, telah mengikat dirinya sendiri serta menggantung lehernya dengan menggunakan tali pramuka pada rumahnya yang berada di Perum Wiguna Timur, Kec Gunung Anyar. Namun sayang, sebelum dirinya mampu mencapai klimaks, korban sudah tewas terlebih dahulu karena kehabisan oksigen. Kejadian tersebut terjadi pada Kamis 16/2/2017.

Dari oleh TKP yang telah dilakukan oleh Tim Identifikasi Polrestabes Surabaya, ditemukan fakta – fakta bahwasannya korban diduga telah menderita asphyxiation autoerotic jenis hanging atau gantung diri.

Sebagaimana yang telah dijelaskan oleh Aiptu Pudji Harjanto selaku Kaur Inafis Tim Identifikasi PoIrestabes Surabaya yang telah melakukan olah TKP seama 8 jam menyebutkan bahwa telah ditemukan beberapa bukti yang menguatkan identifikasi tersebut. termasuk pada pemeriksaan jenazah yang berada di Rumah Sakit Umum Daerah dr Soetomo, Surabaya. Korban pun diduga telah mengalami asphyxiation autoerotic.

Pudji juga menambahkan bila dari analisa dan fakta pertama, pada lokasi serta hasil pemeriksaan jenasah bisa disimpulkan bahwasannya korban telah meninggal dunia murni karena melakukan bunuh diri dengan gantung diri tanpa ada unsur pembunuhan.

“Bunuh diri yang sudah dilakukan oleh korban dengan cara mengikat penis serta testis juga pada bebera bagian tubuh yang lain sebelum melakukan gantung diri. Kasus seperti ini biasanya sering ditemukan pada kasus asfiksia autoerotic. Kasus tersebut hampir sama atas apa yang sudah terjadi pada Tenggilis di tahun 2005/2006. Dimana pada waktu itu tubuh korban telah diikat dengan menggunakan kain sarung serta dengan posisi tertarik kebelakang. Sementara itu, tangan korban tengah memegang remot tv yang tengah memutar film porno,” jelas Pudji pada Jum’at 17/2/2017.

Pudji juga mengungkapkan bahwa kematian tersebut didefinisikan sebagai kematian yang tak disengaja. Sebab hal itu dilakukan guna mencapai kepuasan sebab adanya suatu kelainan seksual.

Be Sociable, Share!