Kabar Nasional – Dipaksa Makan Kotoran Kucing, Ani Menangis Saat di Persidangan

 

Pekerja rumah tangga atau yang disebut sebagai PRT yang bernama Sri Sini Marni atau Ani berusia 20 tahun yang disiksa oleh majikannya tengah menangis di dalam sebuah persidangan yang ada di pengadilan Negeri jaktim pada hari Kamis, 28/07/2016.

Ani telah mengungkapkan segala penyiksaan yang dia alami. Ani terllihat menangis, disaat dia dipaksa untuk memakan kotoran kucing.

Ani telah mengungkapkan segala penganiayaan yang sudah dialaminya disaat Frengsi Wibowo selaku jaksa penuntut umum memberikan pertanyaan kepadanya tentang penyiksaan yang sudah dilakukan oleh Meta Hasan M.

“Ani disuruh untuk memakan kotoran kucing, itu namanya Penjahat,” tutur Ani, disaat berada di ruang sidang seperti yang dilansir dalam kompas.com pada hari Jumat, 29/07/2016.

Tangis Anipun terlihat semakin menjadi dikarenakan dia kini menderita TB akibat dari penyiksaan itu. di dalam ruangan siding juga terlihat sangatlah riuh setelah muncul para warga dan juga aktivis dari jala PRT setelah mendengar peristiwa penyiksaan itu secara langsung.

“Masya Alla, Allahu Akbar,” kata salah satu warga saat sidang berlangsung.

Novri Olo yaitu ketua Hakim telah meminta Ani untuk menceritakan dengan perlahan dan juga tenang. Ani pun juga mengakui dari bukti-bukti yang sudah dibawa ke kejaksaan contohnya sapu, dan juga benda lainnya yang sudah digunakan oleh terdakwa dalam kekerasan padanya.

Sejak awal bekerja yaitu pada tahun 2007, Ani telah mengakui sudah mengalami penyiksaan. Ani pun pernah berniat untuk bisa sekolah di sebuah pesantren, namun tak diperbolehkan keluarga terdakwa. Bahkan, anak terdakwa telah mengancamnya akan memenjarakannya jika dia memilih pulang.

Selain dia diperlakukan kasar dalam hal pekerjaan, Ani pun juga sudah dituduh sudah memiliki hubungan gelap dengan Ari, suami terdakwa. Namun, di dalam sidang Ani membantahnya.

Selama dia bekerja, dia mengakui bahwa tak pernah mendapatkan gaji sepeserpun. Terdakwa memang hanya mengirimkan uang kepada orang tua korban namun, tidak memberikan tahu berapa jumlahnya saat di dalam persidangan.

Selain itu korban mengalami penyiksaan lain yaitu disiram air panas, dan juga disetrika. Ganasnya lagi, luka karena penyiksaan itu tak pernah diobati terdakwa.

Setelah bertahun-tahun, Anipun akhirnya dapat kabur. Pada tanggal 8 Februari 2026 silam. Dan akhirnya perbuatan terdakwa kini sejak itu diketahui oleh pihak kepolisian.

 

Be Sociable, Share!

 
1  

Tags

, , ,

Related Posts

  • No Related Posts

About the author