Kabar Nasional – Ditemukan Bukti Darah di Batu, 2 Anggota Bonek Jadi Tersangka Bentrokan Berdarah (Part I)

Hanya dalam waktu empat hari setelah kejadian, Polrestabes Surabaya, Jawa Timur, menetapkan dua orang tersangka dalam kasus bentrokan maut PSHT (Perguruan Setia Hati Terate) dan Bonek Mania yang telah menewaskan dua orang anggota dari perguruan silat tersebut.

Kedua tersangka itu adalah M Tiyok (19), salah satu warga Jalan Balongsari, Surabaya, dan M Jafar (24) warga Jalan Pogot, Surabaya. Pasal yang dijeratkan kepada kedua tersangka itu adalah pengeroyokan yang telah mengakibatkan hilangnya nyawa seseorang sebagaimana yang dimaksud dalam Pasal 170 ayat 2 KUHP dengan ancaman hukuman penjara selama 12 tahun.

“Dua orang itu merupakan oknum suporter, disini saya katakan sebagai oknum sebab tidak semua suporter berkelakuan seperti ini,” ujar Komisaris Besar Polisi Muhammad Iqbal selaku Kapolrestabes Surabya, pada Kamis (05/10/2017).

Sebelumnya, menurut mantan Kabag Humas Polda Metro Jaya itu, Polrestabes Surabaya langsung membentuk sebuah tim khusus guna untuk mengusut insiden betrokan anggota PSHT dengan suporter Bonek Mania yang berujung maut itu.

Di bawah pimpinan AKBP Leonard Sinambela, Satuan Reserse Kriminal Polrestabes Surabaya kemudian secara cepat langsung melakukan pengusutan kasus bentrokan berdarah itu. polisi pun langsung melakukan pemeriksaan pada sejumlah saksi dari warga sekitar dan polisi.

“Kedua pihak PSHT dan Bonek sepenuhnya meyerahkan kasus ini pada pihak kepolisian sebab lokasi terjadinya perkara ada di wilayah hukum dari Polrestabes Surabaya.” Terang mantan Kapolres Jakarta Utara ini.

Selain dengan melakukan pemeriksaan terhadap para saksi, polisi juga berusaha mengumpulkan beberapa barang bukti terkait dengan bentrokan itu yang antara lain adalah rekaman video dan foto yang ada di tempat kejadian perkara. Ternyata, menurut Iqbal, ada ceceran darah yang terpadat di paving block atau batu cor yang identik dengan darah korban dari bentrokan maut itu antara perguruan silat Setia Hati Teratai dan Bonek Mania.

“Bukti darah ini sangat identik dengan darah korban setelah dilakukannya uji pemeriksaan di Laboratorium Forensik. Sedangkan dari bukti foto yang didapat oleh polisi, tidak dapat terbantahkan jika menunjuk kepada pelaku,” jelas Iqbal yang juga merupakan mantan Kapolres Sidoarjo itu.

About The Author