Kabar Nasional – Dituding Melakukan Manipulasi, Beras “Maknyuss” Tetap Diproduksi

 

Jo Tjong Seng selaku juru Bicara dari PT Indo Beras Unggul yang telah memproduksi beras dengan merk “Maknyuss”, telah menegaskan apabila produksi serta pemasaran besar masih terus berjalan seperti biasanya. Meski pun pada saat ini, Badan Reserse Kriminal Polri tengah menggerebek salah satu gudang gabah yang dimiliki oleh perusahaan ang berlokasi di daerah Bekasi, Jawa Barat.

Jo telah mengatakan apabila penggerebekan yang dilakukan oleh kepolisian pada Kamis 20/7/2017 tersebut, tidak berarti penyegelan membuat perusahaannya akan berhenti berproduksi.

“Hal itu bukan berarti penyegelan. Proses produksi masih terus berjalan. Pihak berwenang hanyalah memasang garis polisi pada stok kami yang ada di gudang dengan tujuan untuk bisa mengamankan barang guna proses pemeriksaan hukum selanjutnya,” ungkap Jo di Jakarta pada Sabtu 22/7/2017.

Penggerebekan gudang gabah yang telah dilakukan oleh pihak kepolisian tersebut, dilakukan setelah tercium adanya praktik manipulasi harga serta kualitas beras yang telah dilakukan oleh PT IBU.

Pihak kepolisian telah menuding apabila anak usaha PT Pilar Sejahtera Sejahtera Tbk tersebut, sudah mengubah gabah yang telah dibeli dengan harga Rp 4.900,- per kilogram dari para petani, menjadi beras premium yang bermerk “Maknyuss”. Selanjutnya beras tersebut dijual dengan harga Rp 13.700,- per kilogramnya serta Rp 20.400,- per kilogram untuk merek “Cap Ayam Jago”.

Semenjak kasus ini mencuat, lantas harga perdagangan sahar dari Tiga Pilar pun terus mengalami penurunan. Pada hari Jum’at 21/7/2017, harga saham AISA terus mengalami penurunan sampai 24.92 % pada level Rp 1.205,- per sahamnya.

Jo pun mengakui akan terus berupaya untuk bisa menyakinkan para investor bahwasannya tuduhan yang sudah dilayangkan oleh pihak kepolisian terhadap perusahaannya itu tidak benar.

“Selanjutnya kami akan terus update kepada para investor serta lembaga keuangan yang lainnya, bahwasannya kami tak melakukan pelanggaran. Oleh sebab itu, proses produksi pun masih terus berjalan,” imbuh Jo.

Sampai dengan saat ini, Jo telah mengatakan apabila persuhaannya masih belum mengambil langkah hukum untuk merespons penggerebekan pada gudang besarnya tersebut.

Be Sociable, Share!