Kabar Nasional – Djarot Mengancam Cabut BPJS dari Pedagang Hewan Kurban yang Berjualan di Trotoar

 

Djarot Saiful Hidayat selaku Gubernur DKI Jakarta, akan segera menindak tegas pedagang hewan kurban yang berjualan di sepanjang trotoar yang ada di Jalan Tanah Abang Jakarta Pusat. Pada pedagang hewan kurban itu telah bermunculan menjelang Idul Adha yang jatuh pada tanggal 1 September 2017.

Untuk bisa mengembalikan fungsi trotoar yag sebenarnya, yakni sebagai area dari pejalan kaki, Djarot pun sudah mengintruksikan pada Yani Wahyu selaku Kepala Satpol PP pada Kamis malam 17/7/2017 di Balai Kota, supaya mensterilkan trotoar dari seluruh aktivitas perdagangan serta parkir liar.

Djarot juga telah memerintahkan pada Yani supaya menyita KTP dari para pedagang tersebut, dimana selanjutnya akan dilakukan pendataan serta pemeriksaan. Apa yang bersangkutan itu memperoleh fasilitas pendidikan dari KJP (Kartu Jakarta Pintar) maupun fasilitas kesehatan dari BPJS (Badan Penyelenggara Jaminan Sosial).

“Apabila memperoleh fasilitas, kasihlah peringatan. Sekali lagi melakukan pelanggaran, maka akan diberikan peringatan. Bila sekali lagi melakukan, cabut saja fasilitas tersebut. langsung saja kita berikan sanksi, ak akan bisa dapatkn KJP,” ungkap Djarot ketika ditemui di Balai Kota.

Tindakan tegas tersebut, diungkapkan oleh Djarot guna menimbulkan efek jera serta memaksimalkan langkah yang telah diambil oleh Pemprov DKI Jakarta yang tengah gencar melakukan pembangunan serta pelebaran trotoar una menyambut Asian Games 2018.

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta telah berharap apabila pada kurun waktu 2 tahun mendatang, seluruh trotoar bisa rapi serta system transportasi pada ibu kota bisa kembali normal serta ada banyak pilihan transportasi bagi public.

Sementara itu, Bayu Meghantara selaku Waki Kota JakPus telah mengaku apabila pihaknya sudah menyediakan sedikinya 2 lokasi khusus pada sekitaran kawasan Tanah Abang, dimana nantinya bisa dipakai oleh pedagang hewan kurban untuk bisa menggelar dagangannya.

Dua lokasi tersebut ialah lahan kosong yang berada pada seberang jalan dari kantor Kec Tanah Abang serta lahan kosong yang berada di Jalan Tenaga Listrik.

“Lahannya cukup besar, hingga 2.500 meter persegi. Sehingga pastinya akan muat untuk menampung banyak pedagang serta hewan kurban,” ungkap Bayu.

“Sebagai antisipasi, kami pun akan memasang spanduk pada wilayah yang dilarang untuk berjualan hewan kurban, misalnya di taman serta trotoar,” tambahnya.

Be Sociable, Share!