Kabar Nasional – Dokter Tengah Mencari Alternatif Penyembuhan Mata Novel Baswedan

 

Febri Diansyah selaku Kepala Biro Humas Komisi Pemberantasan Korupsi telah mengatakan apabila tim dokter pada rumah sakit Singapura tengah mencari alternatif penyembuhan untuk Novel Baswedan yang merupakan penyidik senior KPK. Berdasarkan keterangan dari tim dokter, ada persoalan yang begitu serius pada mata kiri Novel Baswedan.

“Dokter tengah mencari cara yang lain dalam proses penyembuhan mata sebelah kiri. Sementara itu, untuk mata kanan, proses pertumbuhannya sudah cukup bagus meski pun belum mampu melihat secara terang,” ungkap Febri ketika ditemui di Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi Jakarta pada Selasa 14/6/2017.

Penglihatan mata sebelah kanan Novel Baswedan telah mengalami gangguan dikarenakan masih adanya membrane plasenta yang telah melapisi. Pada waktu seminggu ini, dokter pun tengah mempertimbangkan untuk bisa membuka membrane plasenta dari mata sebalah kanan Novel Baswedan.

“Lalu akan dilakukan tes tekanan mata dan penglihatan. Kondisi pada hari ini, tekanannya baik serta kornea pada keadaan stabil,” imbuhnya.

Novel telah disiram oleh orang yang tidak dikenal setelah menjalani sholat Subuh di Masjid yang berada di dekat rumahnya yang ada di Jakarta Utara pada bulan April yang lalu. Karena siraman air keras tersebut, telah menyebabkan luka yang begitu para pada kedua mata dari Novel.

Sampai dengan saat ini, Komisi Pemberantasan Korupsi atau KPK masih terus menunggu hasil investigasi dari Komnas HAM terkait pelaku penyiraman air keras itu. Febri enggan mengungkapkan apakah langkah yang selanjutnya dilakukan oleh KPK sebelum mendapatkan hasil investigasi itu.

“Kami akan melihat terlebih dahulu hasil investigasinya, apa rekomendasinya, apa ada yang akan ditujukan pada KPK. Tentu saja akan menindaklanjuti apabila ada rekomendasi dari pihak kepolisian maupun dari pihak yang lainnya,” imbuhnya.

Febri juga mengungkapkan apabila KPK juga masih terus berkoordinasi bersama tim dari pihak Kepolisian supaya kasus itu segera menemukan titik terang serta pelakunya bisa segera ditemukan. KPK pun berharap bila kepolisian tidak hanya mampu menangkap pelaku penyiraman air keras itu, tetapi juga mengungkapkan siapa aktor intelektual yang ada di balik penyerangan pada Novel tersebut.

Be Sociable, Share!