Kabar Nasional – Fahri Hamzah Meminta MKD untuk Memanggil Anggota DPR yang Telah Disebut KPK

Sidang kasus korupsi e-KTP sudah mendengarkan keterangan dari penyidik KPK terkait akan dugaan ancaman pada Miryam S Haryani selaku politikus dari Partai Hanura saat proses pemeriksaan. Tetapi, pada sidang tersebut justru KPK telah menyebutkan ada banyak nama anggota DPR yang sudah terlibat.

Sudah ada banyak nama yang telah disebutkan, diantaranya ada Syarifufin Sudding, Masinton Pasaribu, Desmond Mahesa, Aziz Syamsuddin dan Bambang Soesatyo. Mereka telah disebukan sudah mengancam Miryam guna mencabut BAP pada kasus mega korupsi e-KTP. Kondisi pada saat ini telah membuat Fahzi Hamzah selaku Wakil Ketua DPR telah meminta agar Mahkamah Kehormatan Dewan untuk memanggil anggota DPR yang telah disebutkan namanya oleh penyidik KPK.

“Saya sudah mengusulkan agar MKD aktif guna memanggil orang – orang yang telah diduga, karena munculnya nama – nama tersebut memang perlu untuk dilakukan klarifikasi serta apabila tidak ada buktinya, bila MKD pun merasa tak meyakinkan, maka harus dikatakan apabila tak ada yang salah,” kata Fahri pada Kompleks Parlemen, Senayan Jakarta, pada Jum’at 31/3/2017.

Fahri juga mengungkapkan apabila pemanggilan itu dilakukan guna meminta penjelasan pada anggota yang bersangkutan. Terlebih lagi nama mereka itu telah disebutkan pada saat persidangan kasus korupsi e-KTP.

“Gune menjelaskan prosedur sebenarnya, apabila orang tiba – tiba telah diomongin. Mungkin memang memerlukan penjelasan bahwasannya yang demikian (disebutkan pada sidang), tak otomatis telah melakukan tindakan pidana, sebab orang nyanyi itu ada yang gila, ada yang stress, bermacam – macam. Sehingga harusnya MKD itu terus bergerak,” tegas Fahri.

Politisi dari PKS tersebut telah menyadari apabila MKD memang masih menunggu proses pengadilan. Karena itulah, diduga MKD masih belum melakukan tindakan. Meskipun demikian, dirinya pun tetap mendesak supaya MKD segera melakukan pemanggilan. Karena tugas MKD italah menjaga Kehormatan.

“Namun ta mungkin, sebab saat ini masih pada proses pengadilan. Mungkin saja prosesnya masih membutuhkan waktu yang lama. Mungkin saja MKD memang masih belum ingin bertindak, tetapi pada prinsipnya saya telah berbicara kepada MKD. Sebab MKD harus aktif guna menjaga kehormatan, bukannya melindungi anggota. Harus bisa menjaga kehormata,” jelasnya.

About The Author