Kabar Nasional – Fakta Dibalik Suara 100 % Ahok – Djarot di TPS 32 Cililitan

 

KPUD Jakarta memang masih melakukan penghitungan secara resmi maupun real count pada surat suara yang telah masuk dari sejumlah TPS atau pun tempat pemungutan suara. Khususnya pada TPS 32 Ciliitan di Kramatjati RT 3 serta RT 4 RW 8, dimana pasangan dengan nomor urut dua atau Basuki Tjahaja Purnama – Djarot Saiful Hidayat berhasil menang telak dari dua pasangan lainnya. Pasangan nomor dua itu mampu menyapu bersih semua surat suara yang sah atau 100 % suara.

Pada TPS tersebut, terdapat 449 suara yang sah serta hanya ada 3 surat suara yang tidak sah. Kemenangan 100 % dari pasangan yang didukung oleh PDIP, Hanura, NasDem serta PPP Djan Faridz tersebut, memang sempat membuat sejumlah pihak merasa tidak percaya. Karena itulah, Saud Sihombing selaku Ketua RW 8 maju untuk memberikan penjelasannya atas pasangan petahan yang mampu unggul pada kampung yang sudah terkenangn memiliki banyak Lapo Batak. Menurutnya, kekompakan warga memang sepakat untuk memberikan suara pada pasangan petahana sehingga membuat suara yang diperoleh Ahok dan Djarot unggul telak.

“Masyarakat memang bangga sebab kekompakan, keakraban serta kerja samanya,” ujar Sihombing ketika ditemui di kediamannya, Jalan Bhakti, Cililitan pada Kamis 16/2/2017.

Sihombing juga menambahkan bahwa pada RW 8 terdapat beberapa TPS tetapi hanya pada TPS 32 yang hampir semua pemilihnya telah memilih Ahok – Djarot.

“Ada pula TPS lain yang berada di sini, Anies dan Agus pun tetap ada yang memilih namun memang Ahok tetap yang unggul,” imbuhnya.

“Semua yang ada di sini, telah memiliki KJP bagi anak – anaknya, sudah tentu mereka semua bangga dong,” jelas Sihombing.

Tidak hanya itu saja, warga pun merasakan bahwa dibawah kepemimpinan Ahok, segala pelayanan administrasi pada kelurahan setempat pun menjadi serba praktis dan cepat.

“Sehingga, ketika mereka mengurus dan melihat cara kerja di kelurahan semakin membaik. Apabila dulu kalau ingin ngurus surat – surat kerap bertele – tele, saat ini menjadi lebih simpel,” terangnya.

Padahal menurut Sihombing, pada saat masa kampanye pasangan Ahok – Djarot itu tidak pernah datang menuju kawasan mereka. Tidak hanya Ahok – Djarot, pasangan lainnya Agus – Sylvi serta Anies – Sandi pun tidak pernah berkampanye di kampung mereka.

Be Sociable, Share!