Kabar Nasional – Farah Korban Wanita Dalam Kardus Berkinerja Baik Di Kantornya

Masih ingat dari korban pembunuhan tragis kemarin, wanita yang masih muda dan cantik Farah Nikmah Ridallah masih menjadi pembahasan yang hangat saat ini. Farah Nikmah yang telah menjadi korban dari pembunuhan sadis ini dimana kemarin telah di temukan tewas berada di dalam boks plastik ada di Kolong Tol Pantai Indah Kapuk (PIK), Penjaringan, Jakarta Utara.

Farah Nikmah sendiri yang sudah di ketahui bekerja menjadi seorang resepsionis ada di salah satu bank swasta berada di kawasan Tangerang. Dari kabar yang ada, Farah memang salah satu karyawan yang mempunyai kinerja baik dari perusahaan tersebut.

“Jika di luar pekerjaan dimana bukan tanggung jawab kami. Akan tetapi di saat dalam pekerjaannya sang bersangkutan mempunyai etos dan kinerja yang sangat baik berada di Bukopin. Kredibilitas dari sang korban memang sangat baik berada di kantor,” terang dari Gita Amelia, dirinya adalah Corporate Secretary PT Kelola Karya Bersama ada di Tebet Jakarta Selatan untuk hari kemarin, Kamis  (14/7/16).

Menjadi perusahaan yang telah menaungi kerja dari sang korban tersebut, Gita memberikan penjelasan kalau dari pihaknya sudah mengunjungi keluarga dan  menunaikan kewajiban mereka di dalam memeuhi hak sang korban.

“Pada saat terjadinya pembunuhan itu kami memang sangat kaget. Kami juga melayat berada di rumah duka. Kita memberikan santunan. Ada juga dari ketentuan BPJS Ketenagakerjaan. Kemungkinan akan bisa mendapatkan pencairan untuk jaminan kesehatan,” tambahnya.

Farah sendiri di ketahui adalah salah satu karyawan berada di perusahaan tersebut semenjak tahun 2014. Dengan mempunyai evaluasi kenirja yang bagus dan memuaskan, Farah sudah mendapatkan kontrak di tempatkan menjadi resepsionis ada disebuah bank.

“Untuk penerimaan memang sesuai dengan standar penerimaan berada di perusahaan kami. Sudah masuk setahun lebih, melihat dari segi pekerjaan ada faktor yang di nilai memang tidak ada masalah. Dirinya baru saja perpanjang kontrak berada di bulan Maret lalu,” terang dari Gita menjelaskan. Gita menambahkan kalau kasus ini menjadi pertama kalinya terjadi di perusahaannya.

About The Author