Kabar Nasional – Fidelis Obati Istri Menggunakan Ganja, BNN Sebutkan ‘Jangan Menjadi Pembenaran’

 

Salah seorang pegawai negeri sipil dari Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat, Fidelis Ari, telah ditangkap oleh Badan Narkotika Nasional sebab telah menanam ganja pada halaman rumahnya. Fidelis telah menanam ganja dengan alasan untuk mengobati istrinya yang tengah sakit, Yeni Riawati. Yeni teah menderita penyakit pada sumsum tuang belakang yang biasa disebut syringomyelia.

Apa pun yang menjadi alasannya, Budi Waseso selaku kepala BNN telah mengaskan apabila penanaman ganja itu tetap saja melanggar hukum.

“Tetap saja itu sudah ada rencananya. Kan sudah ada larangan menanam ganja, sudah ada larangannya,” ungkap Budi Waseso pada Komplek Parlemen, Senayan Jakarta pada Jum’at 31/3/2017.

Pemakaian ekstrak ganja guna penyembuhan penyakit yang telah dialami oleh Yeni, telah dinilai masih belum terbukti dari segi medis. Budi Waseso pun tak ingin untuk memakai esktrak ganja guna pengobatan telah dijadikan alibi sebagai cara untuk melegalkan ganja.

“Hal itu kan hanya katanya penelitian medisnya kan masih belum ada. Itu jangan sampai untuk dijadikan alat pembenaran, sehingga terdapat kemungkinan sejumlah kelompok masyarakat maupun LSM supaya ganja dibebaskan. Salah satu cara itu seolah – olah untuk pengobatan. Lantas, buktinya apa?,” jelasnya.

Mantan Kabareskrim tersebut juga menambahkan apabila pihaknya sudah berkoordinasi bersama Kementerian Kesehatan guna melakukan penelitian terhadap manfaat dari ekstrak ganja pada dunia media.

“Itu kan hanya katanya saja. Saat ini sedang diteliti dan yang telah meneliti ialah seluruh kementerian terkait. Meskes pun akan ikut menelitinya,” tegasnya.

Fidelis telah ditangkap oleh pihak kepolisian dikarenakan telah melakukan pelanggaran pada pasal 111 Undang – Undang no 5 Tahun 2009 terkait Narkotika yang ancaman hukumannya, maksimal seumur hidup. Pada pasal 111 telah disebutkan apabila setiap orang yang dengan sengaja telah menyimpan maupun menyediakan narkotika dengan golongan I pada bentuk tanaman dan jumlahnya melebihi 39 pohon, bisa untuk dijerat hukuman penjara seumur hidup.

Sementara itu, Budi menilai bila hukuman seumur hidup cukup wajar bila dijatuhkan pada Fidelis. Sebagai seorang PNS, Fidelis telah dianggap sudah mmelakukan pengkhianatan pada negara dan bangsa.

Be Sociable, Share!