Kabar Nasional – First Travel Baru Memberangkatkan 14 Ribu dari Total 72 Ribu Jamaah

Inspektur Jendra Setyo Wasisto selaku Kepala Divisi Hubungan Masyarakat Polri telah mengatakan apabila dari 72 ribu jamaah yang sudah melunasi pembayaran untuk perjalanan ibadah umrah melalui jasa PT First Anugerah Karya Wisata atau First Travel dari 2015, baru 14 ribu jamaah yang sudah diberangkatkan menuju tanah suci.

“Setelah dilakukan pengecekan oleh Dittipidum [Direktorak Tindak Pidana Umum], yang sudah diberangkatkan baru ada 14 ribu jamaah. Jumlah itu tidak ada setengahnya,” ujar Setyo pada Mabes Polri Jakarta Selatan pada Senin 2/8/2017.

Berdasarkan dari perhitungan diantara biaya yang dibayarkan oleh setiap jamaah untuk umrah, dengan total jamaah yang saat ini masih belum diberangkatkan, Setyo telah memperkirakan apabila keuntungan yang sudah didapatkan oleh First Travel sudah jauh lebih besar jika dibandingkan dengan perkiraan dari tim penyidik, yaitu sebesar Rp 550 miliar.

Angka itu masih mungkin berubah seiring dengan masih dilakukannya proses penyelidikan yang telah masih dilakukan oleh Dittipidum Bareskrim Polri. Utamanya sesudah Kementerian Agama telah membuka crisis center untuk jamaah yang telah menjadi korban penipuan dari First Travel.

“Kami pun akan terus melakukan pelacakan pada aset bergerak maupun aset tidak bergerak. Meski pun mungkin saja nilainya tak sebanding jika dibandingkan dengan total dari kerugian uang seluruh jamaah,” imbuh Setyo.

Sebelumnya, tim Dittipidum Bareskrim sudah menetapkan 3 orang tersangka pada kasus dugaan penipuan serta penggelapan atas puluhan ribu calon jamaah yang telah dilakukan oleh First Travel semenjak tahun 2015.

Mereka merupakan dua pimpinan dari First Travel, yakni pasangan Andika Surachman serta Anniesa Desvitasari Hasibuan dan Siti Nuraidah Hasibuah atau Kiki yang merupakan adik dari Anniesa. Kiki telah menjabat sebagai Komisaris Keuangan dari First Travel.

Andika dan Anniesa telah dijerat dengan pasaI 55 juncto 378 serta pasal 378 KUHP, serta UU Nomor 19 tahun 2016 terkait Informasi dan Transaksi Elektronik. Tidak hanya itu saja, pihak penyelidik pun sudah menggandeng PPATK atau Pusat Pelaporan & Analisisi Transaksi Keuangan guna menelusuri, dimanakah aset yang dimiliki oleh bos First Travel tersebut.

Langkah ini diambil setelah adanya temuan pada rekening First Travel yang telah diblokir oleh penyidik, tetapi setelah diselidiki ternyata hanya menyiskan saldo Rp 1,3 juta.

About The Author