Kabar Nasional – Firza Husein Meminta Polisi Menangkap Penyebar Baladacintarizieq

 

Tersangka dugaan percakapan dengan konten pornografi, Firza Husein, telah meminta pihak kepolisian agar menangkap pelaku yang telah menyebarkan konten baladacintarizieq. Pernyataan tersebut telah keluar langsung dari mulut Firza setelah dirinya diperiksa oleh tim penidik Direktorat Kriminal Khusus dari Polda Metro Jaya pada Selasa 4/7/2017.

“Pada intinya saya berharap pada aparat supaya oknum yang sudah menyebarkan konten foto itu segera ditangkap,” ujar Firza sesudah diperiksa pada Polda Metro Jaya, Selasa 4/7/2017.

Firza telah meninggalkan ruang penyidik pada pukul 18:52 WIB. Dirinya ditemani oleh Azis Yanuar, kuasa hukumnya serta seorang perempuan yang diduga sebagai adik Firza.

Firza telah diperiksa kurang lebih dalam kurun waktu 9 jam. Dirinya mulai masuk ruang pemeriksaan pada pukul 10:00 WIB. Dirinya telah dicecar 30 pertanyaan terkait atas foto serta chat mesumnya dengan pentolan dari Front Pembela Islam, Rizieq Shihab.

Meski pun demikian, Ketua Yayasan Solidaritas Sahabat Cendana itu telah menutup wajar dengan menggunakan cadar hitam serta tidak mau menjawab setiap pertanyaan terkait atas keaslian dari obrolan mesumnya pada aplikasi pesan Whatsapp pada smartphone miliknya bersama Rizieq.

Tidak ada lagi pernyataan yang keluar dari mulut Firza, sampai dirinya memasuki mobil SUV yang berwarna putih yang membawanya pulang. Setelah berada di dalam mobil, Firza nampak membuka cadarnya kemudian nampak tersenyum.

Kedatangan Firza pada hari ini di Polda Metro Jaya, dilakukan guna melengkapi berkas yang sebelumnya sempat dikembalikan pada Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta pada pihak kepolisian beberapa waktu yang lalu.

Azis selaku Kuasa Hukum Firza telah mengatakan apabila kliennya sudah siap untuk membantah seluruh tuduhan pada pengadilan nanti. Azis juga menambahkan apabila pihaknya memiliki argument untuk bisa menepis seluruh bukti yang sudah diklaim oleh pihak kepolisian.

“Ya, gak apa – apa (kalau pihak kepolisian memiliki bukti). Kami pun mempunyai argument serta memiliki data – data bahwasannya hal itu tidaklah benar,” ungkap Azis.

Sebagaimana pada argument sebelumnya, Azis pun mengatakan apabila pihak kepolisian seharusnya memang menutup kasus tersebut karena kurangnya bukti.

Be Sociable, Share!