Kabar Nasional – Gunung Slamet Kembali Berikan Dentuman Dan Lava Pijar

Kabar baru mengenai Gunung Slamet saat ini yang sudah menunjukkan suatu aktivifas vulkanik. Untuk saat ini Gunung Slamet tersebut yang sudah meningkat sangat serius. Walaupun saat ini masih berstatus siaga, sampai di hari ini, Gunung Slamet sudah menyemburkan sebanyak 79 kali lava pijar yang sudah di rekam dari 00.00-06.00 WIB.

Dari semburan lava pijar tersebut yang berhasil terekam dari Pos Pemantauan Pos Pengamatan Gunung Api (PPGA) Desa Gambuhan, Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah. Dengan banyaknya jumlah semburan tersebut maka dari abu vulkanik bisa di pastikan mulai semakin menyebar di beberapa wilayah yang ada, seperti yang sudah terjadi di Brebes, Jawa Tengah.

“Dengan secara visual berada di wilayah Gunung Slamet masih terang, angin masih tengan. Dan sudah jelas teramati ada suatu asap dari gunung tersebut. Asap embusan tersebut berwarna putih tebal setinggi 500-1.000 meter,”  tegas dari Sudrajat yang menjadi Kepala PPGA Pemalang, kepada wartawan yang ada, hari ini Kamis (11/9/14).

Akan tetapi, jumlah dari lontaran material pijar yang ada di gunung sudah terlihat sangat mendominasi, yakni sebanyak 79 kali yang menjulang tinggi sampai 100-700 meter. Di tambah juga dari 13 kali adanya suara gemuruh, untuk dentumannya sebanyak 52 kali.

Kalau suara dentuman tersebut sangat terdengar jelas. Kadang samar-samar terus tiba-tiba menguat suaranya.

Lebihnya lagi untuk status gempa yang ada, gunung yang sudah mengitari sebanyak lima kabupaten berada di jawa Tengah tersebut untuk hari ini telah terjadi sebanyak 44 gempa letusan. Dari gempa embusan yang sudah berhasil terekam sebanyak  53 kali.

“Dari gempa tremor yang ada dalam satu minggu ini, hari ini yang sudah keluar sebanyak 3 kali dengan mendapatkan status harmonic, Amk 15-40 mm,” ujarnya menegaskan lebih lanjut lagi.

Walaupun dari aktivitas vulkanologi saat ini sudah semakin meningkat lebih lanjut, Gunung Slamet yang saat ini masih berstatus Siaga Level III. Pihaknya sendiri pun sudah meminta untuk para masyarakat bisa waspada dan mendengarkan instruksi dari BPBD setempat.

About The Author