Kabar Nasional – Hewan Malang Kelempiau Diserahkan Kepada BKSDA

 

Hewan yang lucu dan juga menggemaskan sering dijadikan sebagai peliharaan dirumah-rumah. Beberapa orang sangat senang dengan hewan bernama kelempiau yang memiliki nama latin Hylobates muelleri. Hewan ini memiliki bulu yang indah dan berwarna hitam, banyak dari mereka dijadikan peliharaan.

International Union for Conservation of Nature (IUCN), menjelaskan bahwa kelempiau adalah kategori satwa yang sangat dikhawatirkan cepat punah, hal tersebut dapat terjadi jika tidak ada satupun yang menangani dengan segera masalah tersebut. Kelempiau juga merupakan satwa yang tidak boleh diperdagangkan.

Dari penjelasan Kepala Seksi Konservasi Wilayah I Ketapang Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Barat yaitu Ruswanto, bahwa satwa dengan jenis ini merupakan satwa yang sangat favorit untuk dijadikan peliharaan. Tidak hanya kelempiau saja, kukang juga merupakan satwa yang digemari oleh warga.

Pada kasus terbaru, terdapat proses penyelamatan hewan yang diketahui berjenis kelamin betina bernama Etus (2), saat itu Etus telah diserahkan oleh warga yang bernama Nyandang kepada pihak petugas BKSDA Kalimantan Barat. Ketika itu Etus sangat beruntung telah dirawat dengan baik dan konsininya juga sehat.

Ruswanto juga mengatakan bahwa satwa malang tersebut diserahkan oleh warga Simpang Hulu ke pihak Polsek Simpang Hulu. Dari situlah pihak Polsek Hulu menghubungi BKSDA Kalbar yang melalui anggota Manggala Agni Daops Ketapang, ketika itu langsung diadakan evakuasi dan langsung dibawa ke daerah Ketapang.

Dari informasi yang didapatkan ternyata kelempiau tersebut tidak hanya satu, kelempiau yang lainnya juga segera diserahkan oleh para warga Kabupaten Ketapang kepada Abdul Murni yang bekerja menjadi PNS di Dinas Pendidikan. Kelempiau yang ini bernama Selbi berjenis kelamin betina dan berusia 8 tahun. Diketahui bahwa kondisinya saat ini masih sehat.

Abdul juga mengatakan bahwa satwa malang ini didapatkan dari seseorang yang tinggal di Desa Mulia Baru. Baru tiga hari warga tersebut memeliharanya. Dan saat ini, untuk sementara kedua satwa malang tersebut dirawat di Mako Manggala Agni Daops, Kabupaten Ketapang. Untuk selanjutnya, satwa tersebut akan dititipkan disebuah lembaga konservas agar mendapatkan rehabilitasi, dan selanjutnya akan dilepaskan kembali kealam liar. Dengan adanya penyerahan tersebut, berarti masyarakat sekitar telah sadar terhadap kelestarian satwa dihabitatnya.

Be Sociable, Share!