Kabar Nasional – Istri Bupati Katingan, 2 Hari Tidak Nampak Ngantor di DPRD

 

Ahmad Yantenglie selaku Bupati Katingan, memang telah tertangkap tengah berselingkuh bersama istri seorang oknum polisi. Karena penangkapakan tersebut, Endang Susilawatie selaku istri sah dari Ahmad yang merupakan pejabat pemerintahan, sudah dua hari tidak nampak ngantor di DPRD. Endang memiliki jabatan sebagai Wakil Ketua dari DPRD Katingan.

“Belum nampak ngantor (Bu Endang). Baru 2 hari ini, kan penangkapannya baru kemarin (Kamis 5/1/2017),” ungkap Karyadie selaku Ketua Komisi l DPRD Mantingan ketika dimintai keterangan pada Jum’at 6/1/2017.

Endang yang merupakan Fraksi Gerindra yang menjabat sebagai Wakil Ketua DPRD Katingam. Endang nampak belum pernah terlihat tampil pada ruang public semenjak suaminya telah tertangkap pada Kamis 5/1/2017.

Terbongkarnya skandal perselingkuhan yang melibatkan suaminya, Ahmad Yantenglie bersama seorang perempuan yang berinisial FY, telah berawal mulai dari kecurigaan dari polisi yang merupakan suami dari FY. Suami FY merasa curiga, ketika pulang ke rumah dari menjalankan tugasnya di Sampit, tidak menemui FY berada di rumah. Padahal pada waktu itu, suami FY pulang pada Kamis 5/1/2017 tengah malam.

Kemudian, suami FY berpikiran bahwasannya dirinya akan mencari ke tempat kerja istri, namun tidak menemukan keberadaan FY. Lantas suami FY mencoba mencarinya pada tempat kost FY, karena beberapa hari sebelumnya, sang istri sempat berbicara bahwa akan mencari sebuah rumah kos.

Ketika mencari di tempat kostnya, suami FY lantas mendapati bahwa istrinya telah berselingkuh. Dirinya mengetahui FY tengah berada di dalam kost dengan lelaki lain. Kemudian dirinya pun langsung melapor ke Polsek setempat. Penggerebekan pun segera dilakukan pada waktu itu juga, sekitar pukul 02:00 WIB.

Setelah dilakukan pemeriksaan oleh Polda Kalimantan Tengah, Bupati Katingan Ahmad Yantenglie beserta selingkuhannya, FY, telah ditetapkan sebagai tersangka. Kedua tersangka perzinaan ini, akan dijerat dengan Pasal 284 KUHP. Tetapi, pada saat ini Ahmad beserta FY tidak ditahan oleh pihak kepolisian, melainkan hanya dikenakan wajib lapor, seminggu dua kali.

Atas kasus tersebut, kedua tersangka terancam hukuman penjara selama 9 bulan. Sebagaimana yang disebutkan pada Pasal 284 KUHP.

Be Sociable, Share!