Kabar Nasional – Jajakan Layanan Seks Mahasiswi Via Twitter, Mucikari Berhasil Ditangkap.

 

Polda Daerah Istimewa Yogyakarta mengamankan Andi (30), yang tercatat sebagai warga Kasihan, Bantuk. Andi ditangkap oleh polisi karena dirinya menjadi mucikari yang menyediakan jasa pemuas nafsu yang masih mahasiswi. Dirinya menjalankan bisnis esek – esek tersebut dengan menggunakan media sosial Twitter.

Para hidung belang yang tertarik akan menghubungi tersangka dengan mengirim langsung via Twitter dan setelah itu dilanjut via WhatApp. Setelah ada kesepakatan harga antara pelaku dengan pria hidung belang, maka tersangka akan mengantarkan pkerja seksnya ke tempat sesuai yang telah disepakati.

“Kami membekuk tersangka ketika dirinya tengah memperkerjakan dua orang mahasiswinya di salah satu hotel yang ada di wilayah Gondokusuman, Yogyakarta,” kata Direktur Rekrimum Polda DIY,Kombes Pol Frans Tjahyono, di kantor Mapolda DIY, Senin(22/05/2017).

Polisi juga berhasil mengamankan barang bukti berupa uang hasil dar transaksi senilai Rp 2,2 juta, alat kontrasepsi dan dua buah telepon genggam, serta 12 screen capture yang berisi percakapan transaksi dengan para pelanggan. Sementara itu, dua orang mahasiswi yang berumur 19 dan 22 tahun itu dibawa ke kantor polisi untuk dimintai keterangan terkait bisnis esek – esek yang dijalaninya.

“Pengakuan pelaku hanya mempunyai dua pekerja seks dan menjalani pekerjaan tersebut sebagai mucikari sejak tahun lalu, namun saat ini kami masih akan melakukan pendalaman yang lebih terkait kasus ini,” kata Frans.

Kompol Tri Adi Hari, Kanit VC 3 Ditreskrimum Polda mengungkapkan, tersangka menjadi mucikari setelah dirinya dipecat dari tempat kerjanya. Himpitan ekonomi membuat Andi mengambil keputusan ingin menghasilkan uang dengan cara cepat dan mudah.

“Dia secara sengaja menjaring mahasiswi dari tempat hiburan malam, sebab dengan begitu dirinya bisa memasang tarif yang tinggi,” kata Tri Adi.

Dari transaksi terakhir tersangka, dia memasarkan jasa pekerja seks mahasiswi dibandrol dengan harga Rp 1,1 juta. Dari harga tersebut Andi mendapatkan Rp 300.00 atas peran dirinya sebagai mucikari. Para pelanggan akan membayar secara tunai pada Andi setelah ia mengantarkan para pekerjanya.

Dalam waktu satu bulan, Andi memperoleh enam pelanggan da apabila masa liburan, jasanya akan jadi semakin laris. Satu pekerja dapat menjajakan layanan seks dua kali setiap malam minngu.

Andi harus mempertanggung jawabkan perbuatannya dan akan dijerat dengan pasal yang berlapis yaitu Padal 45 Ayat (1) junto Pasal 27 Ayat (1) Undang – Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang perubahan atas UU Nomor 11 Tahun 2008 yang berisi tentang Informasi dan transaksi Elektronik.

Be Sociable, Share!