Kabar Nasional – Jaksa Menunggu Info Resmi dari Pengadilan Terkait Ahok Mencabut Banding

 

Jaksa penuntut umum telah merasa bahwa kasus penodaan agama atas terdakwa Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok, Ali Mukartono masih belum bisa untuk bersikap terkait atas pencabutan banding dari pihak Ahok. Sebelumnya, jaksa pun juga telah mengajukan banding sebab pasal yang telah dipakai oleh majelis hakim itu berbeda dengan yang menjadi tuntutan.

Banding yang akan diajukan itu, dikarenakan kuasa hukum Ahok telah menyatakan banding dari putusan 2 tahun penjara yang sudah dijatuhkan oleh hakim.

“Masih belum ada sikap, sebab memang masih belum ada pemberitahuan secara resmi,” ungkap Ali pada Senin 22/5/2017.

Direktur Tindak Pidana Oharda kepada Jaksa Agung Muda Pidana Umum dari Kejaksaan Agung ini telah mengaku masih belum mendapatkan surat secara resmi dari PN Jakarta Utara.

“Saya masih belum mendapatkan pemberitahun secara resmi yang datang dari Pengadilan Negeri Jakarta Utara, tunggu saja saatnya nanti, sesudah ada pemberitahuan,” imbuhnya.

Keluarga Basuki Tjahaja Purnama dengan melalui istri, Veronica Tan telah memutuskan untuk mencabut permohonan banding dari putusan majelis haki PN Jakarta Utara. Tidak ada penjelasan secara khusus, terkait atas alasan pencabutan dari banding tersebut. tim dari kuasa hukum Ahok, baru akan menjelaskannya esok hari.

Tim kuasa hukum Basuki Tjahaja Purnama pun telah berharap atas pencabutan banding tersebut, kejaksaan pun ikut mencabut atas permohonan banding atas putusan hakim dari Pengadilam Negeri Jakarta Utara pada kasus penodaan agama.

Mereka pun berharap apabila keputusan hakim yang terkait atas perkara yang sudah menjerat mantan Gubernur DKI Jakarta tersebut, segara inkracht atau pun berkekuatan hukum tetap.

Kini, Ahok telah mendekam pada Rumah Tahanan di markas Korps Brimob Kelapa Dua Depok, Jawa Barat. Ahok sudah berada di sana semenjak hari Rabu 10/5/2017 silam.

Habiburokman selaku Dewan Pembina Advocat Cinta Tanah Air telah berpendapat bahwasannya pencabutan banding Ahok ini kemungkinan karena adanya kesadaran dari Ahok.

“Kami berprasangka yang baik saja, kemungkinan beliau telah menyadari apa yang sudah beliau lakukan ketika berada di Kepulauan Seribu memang salah,” ungkap Habiburokhman.

Be Sociable, Share!