Kabar Nasional – Jendral Gatot Sebutkan TNI Terus Selidiki Korupsi Helikopter AW

Panglima TNI Jendral Gatot Nurmantyo tidak mau gegabah ketika menetapkan tersangka baru dari pihak militer pada kasus dugaan adanya korupsi pada proses pembelian Helikopter Agusta Westland 101. Gatot mengatakan apabila sampai dengan saat ini, pihak TNI dengan melalui Pusat Polisi Militer TNI atau Puspom TNI masih terus melakukan proses penyelidikan atas kasus itu.

“Sehingga begini, saya tak bisa untuk menentukan apakah masih ada tersangka baru ataukah tidak,” ujar Gatot selepas Upacara Pembukaan Piala Panglima TNI yang bertempat di Mabes TNI pada Jum’at 8/9/2017.

Gatot telah menyampaikan apabila proses penyidikan yang telah dilakukan POM TNI itu telah bekerja sama bersama Oditur Militer, Badan Pembinaan Hukum Tentara Nasional Indonesia atau Babinkum TNI serta Mahkamah Militer.

Pada proses penyidikan itu, dilakukan secara teliti. Hal itu bertujuan supaya tak ada kesalahan pada saat menetapkan seseorang untuk menjadi tersangka.

“Kami tak bisa untuk mengejar dengan cepat – cepat, dilakukan secara professional. Penyidikan dengan mempertimbangkan dari beragam aspek, oleh sebab itu kami tak salah dalam menetapkannya (tersangka),” imbuh Gatot.

Tidak hanya itu saja, Gatot juga menambahkan apabila kehati – hatian ketika menetapkan tersangka juga bisa didasarkan dalam beban psikologis yang nantinya juga akan didapatkan oleh keluarga dari tersangka.

“Beban psikologis untuk yang bersangkutan serta pihak keluarganya pun tentu saja akan begitu besar,” beber Gatot.

Sampai dengan sejauh ini, Komisi Pemberantasan Korupsi sudah menetapkan Irfan Kurnia Saleh menjadi tersangka pada kasus dugaan korupsi ketika mendatangkan Helikopter AW pada tahun 2016 lalu. Irfan sendiri merupakan Dirut PT Diratama Jaya Mandiri.

PT Diratama Jaya Mandiri juga diduga sudah melakukan kontrak secara langsung bersama produsen dari Helikopter AW 101 sebesar Rp 514 miliar. Tetapi, di bulan Februari 2016, sesudah meneken kontrak bersama TNI AU, ternyata PT Diratama Jaya Mandiri telah menaikkan nilai jual dari Helikopter AW 101 menjadi Rp 738 miliar.

Selain Irfan, ada beberapa orang yang telah ditetapkan sebagai tersangka. Mulai Wakil Gubernut Akademi Angkatan Udara MarsekaI Pertama Fachri Adamy selaku pejabat pembuat komitmen mapaun Kepala Staf Pengadaan TNI AU tahun 2016 – 2017. Letkol TNI AU berinisial WW yang merupakan Pejabat Pemegang KAS, Kolonel FTS yang merupakan Kepala Unit Layanan Pengadaan, Pembatu Letnan Dua SS yang merupakan Staff Pekas serta Marsekal Muda TNI SB yang merupakan Asisten Perencana Kepala Staff Angkatan Darat.

About The Author