Kabar Nasional – Jokowi Disanjung Banyak Dunia, Jangan Besar Kepala

 

Hikmahanto Juwana, yang menjadi pengamat Hukum Internasional berasal dari Universitas Indonesia memberikan suatu peringatan Presiden Joko Widodo agar tidak merasa besar kelapa mengerti fakta banyak pemimpin dunia yang saat ini menunggu untuk bisa bertemu dengan dirinya berada di tiga KTT Internasional. Untuk pecan ini Joko Widodo  hadir tiga KTT APEC di China, ASEAN di Myanmar, dan G20 di Australia.

Hikmahanto memberikan suatu peringatan, jika memang semakin banyak pemimpin yang antre untuk bisa bertemu, maka itu sangat bermakna mereka berharap kepentingan negaranya tidak bisa di ganggu.

Yang sudah di ungkapkan oleh Hikmahanto itu setelah di wawancarai oleh beberapa wartawan untuk hari Minggu lalu. Anggapan yang ada dari Hikmahanto tersebut menjadi pemimpin baru berada di kawasan Asia Tenggara, wajar jika memang banyak yang ingin bertemu mantan Gubernur DKI Jakarta tersebut.

“Namanya juga menjadi pemimpin baru, tentunya banyak dari kepala Negara yang lain ingin bisa bertemu untuk berkenalan. Intinya supaya dengan pemimpin yang terbaru ini, kepentingan Negara mereka tidak bisa di ganggu dan kalau perlu di perdalam lagi,” ujar dari Hikmahanto.

Dirinya juga menambahkan, Jokowi seharusnya memanfaatkan kepopuleran untuk bisa menjual dua hal. Untuk yang pertama, mengenai demokrasi berada di Negara Indonesia  dan untuk yang kedua mengerti dari kedewasaan demokrasi yang ada di Tanah Air.

“Hal itulah yang bisa di jual berada di media dan juga dari masyarakat internasional,”  ujarnya menambahkan.

Berada di forum internasional itu, lanjut darinya lagi, Jokowi juga bisa mengenalkan suatu prinsip barunya yakni semua Negara akan bisa di anggap kawan, kecuali jika kedaulatan Indonesia bisa di lecehkan dan kepentingan nasional Indonesia bisa di rugikan,

Mantan wali kota Solo itu memang bisa mulai menerapkan suatu prinsip tersebut di saat bertemu dengan Presiden China, Xi Jinping dalam memberikan klarifikasi tentang kawasan Laut China Selatan atau tidak lazim di sebut dengan nine dash line.

“Untuk yang kedua, nantinya akan bisa bertemu dengan Perdana Menteri Australia, Tony Abbott. Jokowi harus bisa berani menolak lebih tegas akan kebijakan mengenai manusia pencari suaka dan kebijakan dorong balik perahu ke perairan Indonesia,” ujar darinya lagi

Be Sociable, Share!