Kabar Nasional – Jokowi Interuksikan Tembak Langsung WNA Pengedar Narkoba di Indonesia

 

Presiden Joko Widodo telah menyatakan apabila pemerintah mengambil tindakan tegas dalam memerangi narkoba, utamanya pengedar yang datang dari luar negeri. Ketegasan memang diperlukan, sebab saat ini Indonesia tengah berada pada situasi darurat narkotika.

“Yang masuk lalu memberikan sedikit perlawanan, sudah tembak saja langsung. Janganlah diberikan ampunan,” kata Presiden Joko Widodo di Hotel Mercure pada Jum’at 21/7/2017.

Jokowi juga menuturkan apabila sedikitnya ada 18 pengedar narkotika yang sudah dihukum mati pada dua tahun terakhir ini. Sebagian besarnya adalah warga Negara asing.

Pada kesempatan yang sama, Romahurmuziy selaku Ketua Umum PPP telah mengatakan apabila saat ini terdapat 6 juta penyalahgunaan narkoba di Indonesia. Setiap harinya, ada 50 orang yang meninggal dunia karena menjadi korban narkotika.

Atas dasar itulah, dirinya bersama dengan seluruh kader memberikan dukungan pada pemerintah untuk menindak tegas atas penyalahgunaan narkotika, baik di kalangan pengguna sampai pengedar.

Sebelumnya, Kapolri Jendral Tito Karnavian telah menegaskan bahwasannya jajarannya tidak akan segan – segan untuk menindak tegas para WNA yang sudah membawa masuk narkotika menuju Indonesia. Apabila nekat, maka pihak kepolisian tidak akan ragu untuk langsung menembak di tempat.

Tito mengungkapkan apabila pada saat ini Polri tengah menargetkan bandar – bandar utama narkotika yang sudah disebutkan sebagai jantung dari peredaran barang haram itu di Indonesia.

Pada beberapa hari yang lalu, terdapat empat warga Negara Taiwan yang berhasil disergap ketika akan mengangkut satu ton sabu memakai dua mobil Toyota Innova. Salah seorang WNA telah ditembak langsung di tempat dan tewas di lokasi kejadian. Barang haram tersebut telah datang melalui jalur laut dengan memakai perahu bermesin sampai ke bibir pantai.

Ternyata jaringan tersebut telah bekerja dengan memperkerjakan orang Indonesia. Terdapat pula sejumlah warga Negara Indonesia yang sudah dimanfaatkan sebagai fasilitator guna membantu mereka dalam mencarikan tempat serta kendaraan selama mereka beraktivitas di Indonesia.

Karena itulah, Tito pun mengingatkan apabila seluruh masyarakat Indonesia harus lebih berhati – hati dan segera melaporkan apabila ada sesuatu aktivitas yang dianggap mencurigakan disekitar lokasi tempat tinggal. Hal itu merupakan salah satu langkah untuk bisa membantu pihak kepolisian, semakin mempersempit pergerakan dari para pemakai dan pengedar narkoba di Indonesia.

Be Sociable, Share!