Kabar Nasional – Jokowi Kucurkan Rp 440 Triliun bagi Pendidikan di Tahun Depan

Pemerintahan Joko Widodo dan Jusuf Kalla akan mengucurkan dana pendidikan senilai Rp 440,9 triliun pada tahun 2018. Dengan kucuran dana sebesar itu, dimaksudkan agar bisa meningkatan kualitas pendidikan dan juga para guru.

Hal tersebut telah terungkap pada keterangan secara terpisah diantara Bambang Brodjonegoro seaku Menteri PPN / Kepala Bappenas serta Menteri Keuangan. Bambang telah mengungkapkan apabila terdapat 10 prioritas nasional diantaranya dari sektor pendidikan.

“Pendidikan akan fokus pada peningkatan dari kualitas pendidikan vokasi serta peningkatan kualitas dari tenaga pengajar atau guru,” ungkap Bambang pada keterangannya, sebagaimana yang telah dikutip dari CNNIndonesia.com pada Kamis 17/8/2017.

Berdasarkan data dari Kementerian Keuangan, telah menyatakan apabila anggaran pendidikan di tahun depan mencapai Rp 440,9 triliun. Jumlah sebesar itu akan dipergunakan untuk peningkatan akses, distribusi serta kualitas pendidikan.

Untuk tiga pembiayaan pada sektor tersebut, akan diperoleh dari beIanja pemerintah pusat Rp 146,6 triliun, transfer pada daerah & dana desa Rp 279,3 triliun dan pengeluaran pembiayaan senilai Rp 15 triliun.

Dalam hal ini, sasaran targetnya ialah Program Indonesia Pintar sebanyak 19,7 juta jiwa, ada Beasiswa Bidik Misi sebanyak 401,5 ribu mahasiswa serta tunjangan untuk profesi guru yakni PNSD 1,2 juta guru, PNS 257 ribu guru serta non – PNS 435 ribu guru. Dengan peningkatan kualitas serta kesejahteraan dari para pendidik, dirasa akan mampu meningkatkan mutu dan juga kualitas pendidikan yang diperoleh para murid.

Pada sisi lain, pemerintah pun akan lebih memfokuskan peningkatan kesejahteraan dalam negeri. Pemerintah telah menganggarkan dana senilai Rp 110,2 triliun atau 5 % dari total anggaran belanja. Jumlah tersebut nanatinya akan dipenuhi dari anggaran pusat sebesar Rp 80,7 triliun sedangkan sisanya dari transfer sebesar Rp 29,5 triliun.

“Fokus dalan peningkatan kesehatan ibu anak, pencegahan serta pengendalian penyakit dan juga penguatan upaya promotif & preventif ‘Gerakan Masyarakat Hidup Sehat,” jelas Bambang.

Bambang menyebutkan apabila RKP 2018 ini telah disusun dengan melalui proses lebih sinkron serta terkoordinasi diantara Kementerian. Sehingga, Menteri Keuangan dengan Bappenas serta Menteri PAN RB sudah merilis Sistem Aplikasi Integrasi Perencanaan, Penganggaran dan Informasi Kinerja.

About The Author