Kabar Nasional – Karang di Raja Ampat Rusak, Caledonian Sky Wajib Bayar Ganti Rugi

 

Wapres Jusuf Kalla telah angkat bicara terkait dengan insiden kerusakan dari terumbu karang yang berada pada wilayah Raja Ampat. Menurutnya, kapal pesiar Caledonian Sky tersebut harus mengganti rugi terkait atas dampak kerusakan yang telah ditimbulkannya.

“Mereka wajib membayar. Kapall tersebut kan ada asuransinya, sehinhha harus membayar,” ungkap Kalla setelah menghadiri rapat persiapan untuk Asian Games 2018 yang bertempat di Kantor Kemenpora, pada Rabu 15/3/2017.

Siti Nurbaya selaku menteri lingkungan hidup dan kehutanan sebelumnya telah menyatakan bahwasannya pemilik dari kapal MV Caledonian Sky telah bersedia untuk membayar ganti rugi atas kerusakan pada terumbu karang yang dikarenakan telah ditabrak oleh kapal miliknya.

Meski pun demikian, Siti masih belum mampu untuk menaksir berapah nilai dari ganti rugi yang wajib dibayarkan oleh pihak kapal Caledonian Sky.

Peristiwa itu bermula dari kapal Persia Caledonian Sky yang berpenumpang 102 orang, telah menerabas terumbu karang yang berada di Raja Ampat pada tanggal 4 Mare 2017 yang lalu.

Pada waktu itu, kapal tersebut mengantarkan wisatawan yang akan melakukan pengamatan burung pada kawasan Waigeo. Entah apa yang menjadi sebabnya, kapal tersebut telah terjebak pada perairan dangkal.

Tetapi, boat telah menarik akapal tersebut ketika air belum dalam kondisi pasang, sehingga telah merusak terumbu karang yang berada di bawah kapal. Berhasarkan hasil kajian dari Conservation Internasional, luas dari bagian terumbu karang yang telah mengalami kerusakan seluas 13.500 meter persegi.

Tidak hanya luasnya kerusakan dari terumbu karang yang telah membuat kejadian tersebut begitu memprihatinkan, namun juga karena area yang telah rusak tersebut merupakan zona inti dari Kawasan Konservasi Perairan di Daerah Selat Dampier.

Pada kawasan tersebut, mempunyai keragaman koral yang begitu tinggi. Kawasan tersebut juga menjadi tempat memijah dari beragam ikan komersial serta menjadi area ketahanan pangan di kawasan Raja Ampat dan sekitarnya.

“Pada kawasan tersebut, pertama kami telah menemukan spesies hiu berjalan. Pada kawasan tersebut, juga menjadi tempat pertama daam pemetaan karang yang berada di Raja Ampat,” ungkap Ketut pada Selasa 14/3/2017.

Be Sociable, Share!