Kabar Nasional – Kartu Kartin1 Sulit untuk Terintegrasi dengan e-KTP Karena Kapasitas Full

 

Direktorat Jenderal Pajak dari Kementerian Keuangan telah menilai bahwa platform dari aplikasi kartu pintar Kartin1, sulit untuk terintegrasikan dengan e-KTP. Hal itu karena, kapasitas dari e-KTP untuk menampung datang begitu terbatas.

“Kapasitas dari e-KTP sudah full, yakni 8 kilobyte, sehingga tidak bisa ditambahkan,” ungkap Iwan Djuniardi selaku Direktur Transformasi Teknologi Komunikasi dan Informasi DJP pada acara Media Gathering Sinergi Demi Informasi yang bertempat di Tanjung Pandan, Belitung pada Selasa 18/4/2017.

Sementara itu, DJP pun menginginkan kartu pintar yang mampu terintegrasikan dengan platform Kartin1 yang mempunyai kapasitas yang cukup dalam menyimpan beragam data identitas unik dari wajib pajak dengan aman. Data yang mampu tersimpan dalam Kartin1 diantaranya, identitas passpor, identitas Nomor Induk Kependudukan, Nomor Pokok Wajib Pajak serta sejumlah identitas yang lainnya.

Proses administrasi dari kartu e-KTP pun juga cukup sulit. Padahal, DJP menginginkan masyarakat lebih fleksibel pada penggunaan platform Kartin1, tak hanya terikat didalam satu satu tertentu.

“Apabila (e-KTP) dijadikan sebagai alat transaksi, kemudian hilang, akan susah untuk mengurusnya kembali,” imbuhnya.

Oleh karena itu, untuk kartu pintar ini, DJP pun memilih untuk melewatkan e-KTP serta menggandeng sejumlah penerbit kartu pintar yang lainnya. Salah satu instansi yang sudah menyatakan kesediannya guna mengintegrasikan platform yang telah diluncurkan akhir Maret lalu ialah Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Ketenagakerjaan atau BPJS Ketenagakerjaan.

Tidak hanya itu saja, DPJ pun masih menanti persetujuan dari Bank Indonesia supaya platform Kartin1 mampu diintegrasikan pada kartu uang elektronik atau pun kartu kredit perbankan. Dua bank yang telah menyatakan minat guna memasang platform Kartin1 pada produk uang elektronik ialah PT Bank Mandiri Tbk serta PT Bank Negara Indonesia Tbk.

“Katanya BI harus melakukan evaluasi terlebih dahulu terkait dengan security – nya.sebab masuk pada kartu perbankan, keamanan dari kartu ini bagaimana sama perbankan,” bebernya.

Ke depannya, Iwan juga menambahkan apabila DJP pun akan mengembangkan platform Kartin1 dalam aplikasi ponsel pintar. Uji coba internal akan pemakaian Kartin1 itu sendiri, rencananya akan dilakukan dalam bulan Juli yang akan datang. Dalam uji coba tersebut, ada tiga ribu kartu yang nantinya akan didistribusikan khusus bagi pegawai pajak.

Be Sociable, Share!