Kabar Nasional – Kasus Kakap yang Ditangani oleh Novel Baswedan

Novel Baswedan mulai ditugaskan menjadi penyidik KPK pada tahun 2009. Dirinya pun resmi diangkat menjadi penyidik tetap di tahun 2014. Lelaki kelahiran Semarang pada 22 Juni 1977 tersebut, adalah salah satu penyidik terbaik yang telah dimiliki oleh Komisi Pemberantasan Korupsi.

Pada kasus simulator SIM, Novel telah terpilih sebagai Kepala Satgas yang telah memimpin penyidikan. Juga termasuk memeriksa Djoko Susilo sebagai tersangka. Dirinya pun telah ‘mengantarkan’ timnya untuk melakukan penggeledahan pada Kantor Korlantas Polri yang berada di Cawang, Jakarta Timur pada 31 Juli 2012.

Kasus simulator SIM tersebut, telah menyeret jendera bintang 2 pada pusaran korupsi. Setelah itu, Novel pun dikenal sebagai penyidik utama KPK yang kerap kali menangani kasus korupsi kelas kakap.

Tentu saja yang paling diingat ialah saat lulusan Akpol 1998 tersebut telah berhasil menjemput Muhammad Nazaruddin selaku mantan Bendahara Umum Partai Demokrat yang telah menjadi buronan kasus korupsi serta kabur menuju Cartagena, Kolombia di tahun 2011 silam. Novel Baswedan pada saat itu tergabung pada tim gabungan KPK, Mabes Polri, Kementerian Hukum dan HAM serta Interpol.

Beberapa bulan selanjutnya, Novel juga telah memimpin tim yang teah melakukan pelacakan akan keberadaan Nunun Nurbaeti, istri dari Wakapolri saat itu yang juga seorang pengusaha. Nunun merupakan istri dari Komisaris Jenderal Adang Daradjatun.

Memang Nunun telah menjadi buronan KPK semenjak Fabruari 2011. Dirinya telah menjadi tersangka pada pemberian suap berupa cek untuk perjalanan kepada sejumlah Anggota DPR di periode 2004 – 2009 pada pemilihan dari Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia, Miranda Swaray Goeltom.

Di tanggal 8 Desember 2011, pihak kepolisian Thailand telah memberikan informasi pada KPK serta Mabes Polri apabila mereka telah berhasil menangkap seseorang yang telah diduga sebagai Nunun. Lantas, tim KPK pun segera bertolak menuju Thailand.

Dua hari berselang, kepolisian Thailand telah mengantarkan Nunun menuju Bandara Svarnabhumi di Bangkok dan menyerahkannya kepada KPK yang sudah menunggu pada pesawat Garuda Indonesia.

Sementara itu, kasus lain yang cukup menggeparkan ialah jual beli perkara pada sengketa pemilihan kepala daerah pada Mahkamah Konstitusi yang juga telah menyeret ketua MK, Akil Mochtar. Dan yang paling baru ialah Novel juga turut serta dalam menangani kasus korupsi besar, megaproyek e-KTP.

About The Author