Kabar Nasional – Kasus Yusniar Berbuah Kurungan 5 Bulan Penjara

 

Yusniar adalah seorang Ibu rumah tangga yang usianya masih 27 tahun ada di Makassar, Sulsel ini dalam kasus mengunggah status Facebook “No Mention” memang akhirnya dituntut selama 5 bulan penjara. Tuntutan itu telah disampaikan oleh jaksa penuntut umum atau JPU yaitu Neng Marlinawati di dalam sidang agenda pembacaan tuntutan yang ada di pengadilan Negeri Makassar seperti yang telah dilansir dalam kompas.com pada hari Kamis, 09/02/2017.

Yusniar telah didakwa dari kasus dugaan penghinaan dan juga pencemaran nama baik seorang legistlator DPRD Jeneponto yaitu Sudirman Sijaya dari status Facebook milkinya. Padahal, di dalam statusnya itu tak ada nama yang disebut alias no mention.

“Menyatakan daari terdakwa Yusniar yang telah dibutikan bersalah telah melakukan tindakan pidana dengan senagaja dan tanpa hak mendistribusikan & juga telah membuat dapat diaksesnya lewat elektronik yang memiliki muatan penghinaan,” jelas Neng Marlinawati.

Perbuatan Yusniar ini telah dinyatakan melanggar sebuah pasal 45 dari ayat 1 dan juga pasal 27 dari ayat 3 UU no 11 tahun 2008 yaitu tentang informasi dan elektronik yang sesuai dengan dakwaan JPU.

“Menjatuhkan pidana kkepada terdakwa dengan adanya pidana penjara selama 5 bulan telah dikurangai selama terdakwa sudah ditahan dengan adnaya perintah terdakwa tetap ditahan,” jelasnya.

Yusniar telah ditahan dari pihak kejaksaan dari 24 Oktober 2016 silam. Karena adanya status Facebook yang telah diunggah pada tanggal 14 Maret 2016. “Alhamdulillah. Akhirnya usai sudah masalahnya. Anggota dari DPrD t*lo, dan pengacara T*lo. Mau membantu orang yang salah, nyatanya tanahnya ortuku pergi ganggui Poeng,” itulah kira-kira yanag sudah dicantumkan dida lam statusnya FB Yusniar.

Di dalam status itu memang kurang lebih telah menjelaskan adanya kekesalan Yusniar karena kejadian yang telah menimpa rumah ornag tuanya di tanggal 13 Maret atapun sehari sebelumnya.

Donny B.U seorang Direktur Eksekutid dari ICT Wacth dan sekalligus pengamat internet telah mengatakan bahwa kasus Yusniar itu tak dapat dikategorikan sebagai pencemarann nama baik. “Jika tak disebutkan namanya, maka siapa yang telah dicemarkan namanya?”, jelasnya.

Hal itu juga senada dengan Anggara Suwahju yaitu seorang peneliti senior yang berasal dari Institute for ICJr baginya, sebuah pernyataan yang tak menyebutan nama seseorang itu seharusnya tak dapat disebut sebagai adanya pencemaran nama baik.

Tanpa adanya penyebutann nama dengan langsung dan juga dibarengi tuduhan, maka pernyataan tak dapat dianggap sebagai muatan penghinaan seperti yang telah diatur dalam Pasal 27 Ayat 3 UU ITE.

Be Sociable, Share!