Kabar Nasional – Kebakaran Rumah Menjadi Modus Tersangka Membunuh Satu Keluarga

 

Kasus kebakaran yang melahap tiga rumah yang terletak dikawasan Jalan Milala, Kelurahan Sidomulyo, Medan, Sumatra Utara yang terjadi pada Rabu pagi 5 April 2017 lalu. Yang juga menewaskan empat anggota keluarga.

Dalam insiden kebakaran itu yang menjadi korban yakni, Kristin (3), Selvy (5),Prengki (31) dan Maria Sinuhaji (58) meninggal dunia dengan luka bakar yang parah dengan posisi terkelungkup. Padahal untuk memadamkan api sudah dikerahkan delapan mobil pemadam kebakaran.

Akan tetapi ternyata insiden itu bukan murni kecelakaan, melainkan adalah modus pembunuhan sadis yang diotaki oleh Jaya Mita Br Ginting (JMG) (50), seorang warga Jalan Bunga Turi, Sidomulyo, Medan Tuntungan serta Cari Muli Br Ginting (CMG) (64), warga Jalan Ginting, Lau Cih, Medan Tuntungan.

Dua minggu setelah kejadian tersebut, aparat polisi berhasil mengungkap beberapa fakta yang mempunyai hubungan dengan insiden kebakaran tersebut. Irjen Rycko Amelza Dhaniel, Kapolda Sumatra Utara mengutarakan, keempat korban yang tewas akibat asfiksia atau mati dikarenakan banyak menghiruo karbon dioksida.

“Mereka terjebak saat rumahnya sengaja dibakar dari luar. Setelah tim Forensik melakukan penyelidikan, kebakaran itu dilakukan secara sengaja,” kata Irjen Rycko di Mapolrestabes Medan, Selasa (18/04/2017).

Rycko juga menjelaskan, ada fakta lainnya dengan ditemukannya beberapa titik api dari lokasi kebakaran. Sumber api ternyata berasal dari luar rumah, seperti di pintu belakang dan depan, bukan berasal dari dalam rumah. Polisi juga berhasil menemukan pecahan kaca di dalam rumah korban.

“Dari hasil laboratorium forensik, paru – paru semua korban penuh dengan jelaga. Jadi korban dipastikan tewas karena kekurangan oksigen,” kara Rycko.

Dengan temuan itu, polisi kembali menelusuri siapa dalang di balik pembakaran rumah itu. Selain berhasil mengamankan dua otak pembunuhan, polisi juga meringkus dua tersangka yang menjadi eksekutor yakni Maju Suranta Siallagan alias Maju Ginting (37), dan Rudi Suranta (23).

Ternyata, mereka para tersangka melakukan upaya pembunuhan dengan modus pembakaran itu bukanlah menjadi yang pertama kali. Para tersangka sudah melakukan percobaan membakar rumah korban sebanyak tiga kali, sebelum akhirnya pada aksi keempat berhasil menewaskan.

Pembakaran itu dilatarbelakangi oleh urusan jual beli tanah yang belum tuntas. Korban, Marita, membeli tanah dari tersangka seharga Rp 200 juta. Tetapi, proses jual beli tersebut bermasalah, sebab korban merasa sudah melakukan pembayaran dengan lunas, sedangkan tersangka merasa pembayaran belum lunas.

“Korban sekeluarga sengaja dibakar hidup – hiduo, dengan cara menyiramkan BBM jenis bensin di sekeliling rumah korban. dan pintu depan rumah korban sengaja digembok supaya tidak ada yang bisa keluar,” terang Rycko.

Polisi saat ini tengah memburu empat tersangka lainnya yang juga diduga ikut terlibat dalam pembunuhan keji dengan modus pembakaran itu. saat ini polisi juga sudah menerbitkan DPO (Daftar Pencarian Korban).

Be Sociable, Share!