Kabar Nasional – Kemendagri Mengakui Terdapat e – KTP yang Mudah Rusak

Kementerian Dalam Negeri telah mengakui bilamana ada blangko e – KTP yang mudah rusak serta sudah diterima oleh masyarakat. Kerusakan pada blanko  e – KTP tersebut, telah dinilai terjadi karena adanya kesalahan ketika proses pembuatannya.

Zudan Arif Fakrulloh selaku Dirjen Kependudukan dan Catatan Sipil Kemendagri telah mengatakan apabila blanko e – KTP bisa tercetak pada kualitas buruh bila pencetakannya dilakukan lebih rendah dari suhu yang sudah ditetapkan. Dimana pada pencetakan dari KTP elektronik, diharuskan untuk dicetak pada suhu printer 160 hingga 170 derajat celcius.

“Apabila suhu printer masih kurang dari yang telah disyaratkan, maka laminating di kartu itu akan cepat mengelupas, apabila suhu printer lebih tinggi, maka bisa mengakibatkan kartu KTP menjadi melengkung,” sebagaimana yang telah diungkapkan oleh Zudan pada keterangan tertulisnya pada Rabu 13/9/2017.

Sampai dengan saat ini, telah ada 175 keping KTP yang sudah dicetak oleh Dukcapil. Zudan telah mengklaim apabila jumlah KTP yang telah mengalami kerusakan, tidak banyak dari jumlah total itu, tidak ada jutaan keping blanko yang rusak.

Dirinya juga menyarankan apabila masyarakat yang mempunyai KTP rusak, harap segera membawa KTP tersebut pada Dinas Dukcapil setempat. Zudan telah mengklaim apabila pergantian blanko yang mengalami kersakan, bisa dilakukan pada waktu yang singkat, sebab stok kartu telah tercukupi.

“Pada saat ini, blanko sudah tersedia cukup sebab lelang telah berjalan,” imbuhnya.

Alvin Lie selaku Komisioneer Ombudsman sebelumnya juga telah menyampaikan atas temuan banyaknya blanko KTP yang telah terkellupas pada lapisan plastiknya. Dengan mengelupasnya lapisan plastic, telah membuat KTP hilang tulisan data pendudukannya.

Menurut Alvin, kualitas KTP rusak tidak memenuhi persyaratan untuk menjadi dokumen kependudukan. Buruknya segi kualitas dari kartu identitas itu diduga dikarenakan besarnya jumlah dana yang telah dikorupsi pada proyek pengadaan e – KTP.

Berdasarkan data dari Dirjen Dukcapil Kemendagri, adanya proses integrasi identitas kependudukan telah dilakukan terhadap 170.194.798 jiwa. Warga yang wajib memiliki KTP eletronik sampai dengan saat ini telah berjumlah 189.630,855.

Sementara itu, perekaman KTP elektronikk telah dilakukan kepada 174/715.105 atau sudah mencakup 94,31 % penduduk. Sedangkan warga yang hingga kini masih belum melakukan perekaman data, berjumlah 10.534.606 atau 5,69 %.

About The Author