Kabar Nasional – Kemendikbud Akan Bentuk SMK Film

 

Untuk bisa memperkuat perfilman yang ada di Indonesia dari Kementrian Pendidikan & Kebudayaan atau Kemendikbud telah merintis pembentukan sebuah Sekolah Menengah Kejuruan atau SMK Film. Dari pernyataan Mendikbud yaitu Muhajir Effendi disaat konferensi pers saat Hari Film Nasional yang ada di Kemendikbud seperti yang dilansir dalam cnnindonesia.com pada hari Selasa, 07/03/2017.

“dengan banyaknya pelaku dan juga insane perfilman, maka juga akan semakin besar. Untuk itu kami pun telah memastikan tersedianya tenaga yang terampil yang bisa membantu dalam memperkuat perfilman,” jelasnya.

Muhajir telah mengatakan bahwa keberadaan SMK film itu agar bisa mendukung keinginan dalam kebangkitan perfilman yang telah sesuai dengan sebuah corak budaya Indonesia. Bagi Muhajir yaitu dari Kemendikbud hendak melakukan suatu pengayaan literasi yaitu tentang film guna menyadarkan & juga menumbuhkan rasa cinta kepada karya bangsa.

“Masyarakat juga akan terhibur jika sudah mencintai guna mencintai perlu adanya pemahaman, pendidikan maka itu akan menjadi tugas besar & juga berat. Tak mungkin jika untuk membuat film baik namun tidak ada yang menonton, begitupun juga sebaliknya,” jelasnya.

“maka keduanya memang harus ditingkatkan, dari segi kualitas maupun dari kuantitasnya, selain itu juga dari animo masyarakat,” jelas Muhadjir.

Tapi, bagi Muhajir dari pihak Kemendikbud ini akan berfokus dengan memperkaya pengetahuan kepada masyarakat pelosok, baik itu secara umum ataupun spesifik yang terkait dengan perfilman. “Maestro dilm ini diharapkan bisa turun ke sekolah-sekolah untuk bisa menyebarkan ilmunya,” jelas Muhadjir.

Tak hanya merintis adanya pendidikan tentang film, namun Muhadjir jugamenjanjikan anggaran film pun juga akan ditmbah 2 kali lipat. “Saya sangat berkomitmen pada tahun ini anggaran dari film akan naik 2 kali lipat, dan tahun yang mendatang juga akan saya saya perhatikan dananya dalam pengembangan film,” tuturnya.

Anggaran untuk perfilman telah diketahui di tahun 2016 yaitu berkisar Rp. 50 miliar dan untuk tahun ini akan ditingkatkan menjadi Rp. 90 miliar. Dan sementara itu, dari wakil Kepala BEK yaitu Ricki Pesik pun turut menyampaikan rencana terkaitnya Bekrap di Hari Film nasional itu memang juga demi menunjang perkembangan film yang ada di Indonesia.

Dia telah menyatakan bahwa Bekraf hendaknya menghadirkan ruang tonton public yang ada di daerah yang memang belum terjangkau layar. “Sebelum sempat ada di Karimata & Kalimantan Utara, tahun itu akan menyelaraskan sebuah tema Hari film nasional akan dibangun dari Sabang sampai Merauke,” jelas Ricki.

Be Sociable, Share!