Kabar Nasional – Kereta MRT ‘Jangkrik’ Hanya Untuk Perkotaan, bukan Antar Kota

 

Pelaksanaan Tugas Gubernur DKI Jakarta yang bernama Sumarsono telah mempermasalahkan desain kereta yang memang nantinya akan bisa digunakan untuk layanan MRT Jakarta. Baginya, desain Mass Rapid transit yang telah ada sekarang akan lebih mirip kepala jangkrik.

Tapi, pemahaman Sumarsono telah dinilai memang agak keliru. Selama ini dari gambar rancangan kereta untuk masalah layanan MRT Jakarta ini memang kerap disosialisasikan kepada public adalah kereta dengan adanya kombinasi warna hijau putih yaitu dengan tampilan di bagian depannya itu lurus, tanpa adanya lengkungan apapun.

Dari direktur PT MRT Jakarta yaitu Tuhiyat telah menjelaskan adanya rancangan kereta yang memang selama ini sebetulnya sudahlah sesuai dengan adanya fungsi kereta yang telah nantinya akan digunakan sebagai layanan kereta di perkotaan.

“Perhatiin saja di tempat yang lainnya yaitu di kota besar yang ada di negara lainnya juga memang seperti itu. depannya berbentuk lurus,” jelas Tuhiyat seperti yang dilansir dalam kompas.com pada hari Kamis, 19/01/2017.

Bagi Tuhiyat, dari tampilan di bagian depan yang berbentuk lurus pada kereta perkotaan tidak terkecuali yang nantinya akan digunakan untuk layanan MRT Jakarta,memang bukanlah tanpa aadanya alasan. Dasar dari pertimbangannya yaitu dengan kereta perkotaan akan bsia mengalami banyak sekali pemberhentian dan juga melalui rute  yang berbelok-belok.

Tuhiyat pun juga telah mengatakan hal tersebut pastinya beda dengan kereta jarak jauh yang tak mengalami namanya banyak pemberhentian dan juga tak melalui rute yang berbelok-belok. Dikarenakan tampilan pada bagian depan kereta pada jarak jauh akan memungkinkan untuk dirancang dengan adanya model yang melengkung.

“Seperti pada shinkansen kereta akan cepat ada di Jepang, modelnya memang seperti itu dikarenakan memang kereta yang ada di antar kota,” jelas Tuhiyat.

Sumarsono telah menginginkan kereta itu memang lebih sporty dan juga aerodinamis. Dia telah mengibaratkan kereta itu diinginkanya tersebut seperti pada Apollo.”Sepertinya tidak pas, rasanya kurang srek juga, makanya kami melihat kembali, kan harus gagah. Hal itu sepertinya jangkrik tertidur. Jika dapat, diminta yang lebih sportif, ya seperti Apollo. Ini seperti jangkrik, kok tidak pas ya desainnya itu,” jelas Sumarsono yang ditemui di Balai kota.

Be Sociable, Share!