Kabar Nasional – Kesehatan Masyarakat Harusnya Dibela Bukan Mengkhawatirkan Industri Rokok

 

Adanya wacana kenaikan harga rokok memang mengundang adanya pro dan kontra dari banyak pihak. Ada yang mengkhawatirkan adanya kenaikan harga rokok maka bisa membuat industri rokok menjadi bangkrut.

Menanggapi akan hal itu, maka dari Kepala pusat KEKK dari Fakultas Kesmas Universitas Indonesia yaitu bapak Prof Hasbullah T., telah mengatakan pemerintah memang seharusnya lebih mengedepankan kepentingan dari kesehatan masyarakatnya.

Merokok itu jelas memang merusak kesehatan. Bagi data dari Global Adult Tabacco Survey atau GATS pada tahun 2014, setidaknya ada 190.260 orang yang ada di Indonesiatelah menginggal dunia diakibatkan karena telah mengonsumsi rokok, seperti yang sudah dilansir dalam kompas.com pada hari Selasa, 23/-08/2016.

“Dan itu artinya disetiap harinya ada 500 orang telah mati dikarenakan rokok. Kenapayang malah ditakuti malah industri rokok akan bangkrut? Mengapa industri malah dibela?,” jelas Hasbullah, pada hari Selasa, 23/08/2016.

Hasbullah telah mengatakan adanya fakta bahwa di beberapa Negara, tingginya harga rokok tidak akan membuat industri rokok akan bangkrut. Contohnya ada di Singapura harga rokokk disana mencapai 120.000 rupiah atau yang ada di Australia harga mencapai 200.000 rupiah.

“Jika di Indonesia ada sebuah perusahaan kecil  telah bangkrut dikarenakan tidak dapat bersaing dengan sebuah perusahaan yang besar. Dan nyatanya banyak konsumsi dan juga produksi rokok naik secara terus-menerus di setiap tahunnya,” ujar Hasbullah.

Seperti yang dikutib dari Kemenkes pada tahun 2013 silam, Hasbullah telah menjelaskan bahwa tingginya kerugian Negara karena adanya konsumsi rokok daripada pendapatan yang sudah diterima Negara karena dari rokok.

Did alam penelitian itu telah menunjukkan adanya kerugian total karena konsumsi rokok darI tahun 2013 sudah mencapai 378,75 triliun,dengan meliputi hilangnya pri=oduktivitas karena sakit, kematian premature pada usia muda, disabilitas, dan juga biaya berobat karena adanya penyakit-penyakit yang ada kaitannya dengan tembakau. Jumlah itu sudah 3,7 kali lebih besar daripada cukai tembakau yang sduah diperoleh Negara yaitu sebesar 103,02 truliun pada tahun yang sama.

Bagi Hasbullah dengan adanya kenaikkan harag rokok yaitu sekitar 50.000 rupiah per bungkusnya, maka setidaknya dari pemerintah telah memperoleh 70 triliun rupiah bisa digunakan pada bidang kesehatan.

Be Sociable, Share!

 
1  

Tags

, ,

Related Posts

  • No Related Posts

About the author