Kabar Nasional – Kisah Anak dan Menantu Telah Penjarakan Ayah di Penjaringan

Kisah anak yang menggugat orangtuanya telah kembali terjadi. Dan kali ini kejadian tersebut telah menimpa salah seorang penduduk Penjaringan, Jakarta Utara. Johanes, sosok ayah yang sudah digugat oleh anak dan menantunya. Kini, Johanes pun duduk pada kursi pesakitan di Pengadilan Negeri Jakarta Utara. Dirinya telah dituntut selama 3 tahun penjara dengan tuduhan melakukan penggelapan sertifikat yang senilai Rp 4 miliar.

Sosok ayah yang berusia 60 tahun tersebut, telah dilaporkan oleh Robert, anaknya sendiri pada akhir tahun 2016. Robert telah menuding anaknya telah melakukan penggelapan sebab Johanes sudah menolak untuk memberikan sertifikat tanah yang dimilikinya tersebut. Sertifikat tanah itu memang telah diatasnamakan anaknya tersebut.

Johanes mengaku heran atas tuduhan yang dilakukan oleh anak dan menantunya, sebab keduanya telah kompak dan sepakat untuk memenjarakan dirinya.

“Memang itu sudah saya buat dengan nama dia. Namun maksud saya, nanti saja dulu, saat ini saya kan masih hidup, mungkin hanya sebentar lagi. Semenjak mereka menikah, anak saya kok menjadi tega serta langsung menghilang begitu saja semenjak awal menikah. Saat kembali, sikapnya sudah seperti itum: ungkap Johanes ketika ditemui di Jakarta Utara, sebagaimana yang telah dilansir dari liputan6.com pada Jum’at 7/4/2017.

“Itu memang akan saya wariskan kepada dirinya (Robert). Namun saat ini saya masih hidup, saya justru telah dilaporkan kemudian dipenjarakan,” imbuh Johanes.

Johanes juga mengaku apabila dirinya hampir bunuh diri sebab telah mengalami perseteruan bersama anak dan menantunya tersebut. Yang begitu disesalkannya, sang menantu itu merupakan anak angkat yang telah diajak olehnya dari Medan, Sumatera Utara.

“Sehingga Robert itu anak saya, nah yang mantu itu merupakan anak angkat saya, jadi saya jodohin. Saya nikahkan mereka. Laha kok sesudah menikah, justru mereka ingin memenjarakan saya? Padahal seiring waktu nanti, juga akan menjadi warisan mereka. Namun saat ini saya masih hidup, jadi ya sama saja diusir,” jelasnya.

“Besok adalah agenda duplik. Saya pun ingin membacakan sendiri. Masih ingat apa tidak sih, dia semenjak kecil sudah saya besarkan, namun saat ini justru ingin melawan saya,” pungkas Johanes.

About The Author