Kabar Nasional – Kisah Asmara Kandas, Teror Dengan Order Fiktif Gojek? (Bagaian I)

 

Hari Sabtu, 08 Juli 2017, dari sore sampai malam, rumah yang terletak di bilangan Pisangan Baru Utara, Matraman, Jakarta Timur nampak sepi tak berpenghuni. Di tempat itulah, Julianto Sudrajat alias Jajat tinggal.

Menurut tetangga yang ada disamping rumahnya, rumah tersebut sudah sepi sejak siang. Jajat memang sempat terlihat pergi meninggalkan rumahnya.

“Pas tadi pagi dia masih terlihat. Tapi kayaknya tadi pergi dari siang. Memang Jajat lagi banyak yang cari,” ujar tetangga Jajat.

Jajat yang bekerja disalah satu bank yang ada di kawasan Matraman, Jakarta Timur tersebut, mendadak menjadi buruan para wartawan media masa. Pengakuannya yang sudah menjadni korban dari order fiktif jasa atar makanan yang berbasis palikasi online Gojek menjadi viral.

Berjumlah puluhan makanan yang tidak bertuan tiba – tiba datang padanya. Ada sejumlah pesanan makanan yang dipesan melalui via Gofood yang datang dialamatkan kepadanya tanpa ada yang tahu siapa pemesan dan pengirim yang tanpa persetujuan.

Hasilnya, dirinya harus menanggung kerugian finansial. Kondisi tersebut  kurang lebih sama juga yang sudah menimpa pihak penyelenggara aplikasi pengiriman makanan Gojek.

Jajat bahkan sudah melakukan klaridikasi mengenai hal ini sekaligus menyampaikan permintaan maafnya. Ternyata Jajat juga tidak sendirian. Ada seorang petugas PPSU (Penanganan Sarana dan Prasarana Umum) juga telah mengalami kondisi yang serupa seperti Jajat.

Salah satu anggota oranye yang mengalami nasib yang sama itu bernama Ahmad Maulana, dirinya bahkan juga sudah melaporkan kasus tersebut ke Polsek tanah Abang. Akan tetapi, Kompol Mustakim selaku Kanit reskrim Polses Metro Tanah Abang mengaku belum menerima laporan mengenai kasus order makanan fiktif tersebut.

“Sampai saat ini belum ada laporan mengenai kasus order fiktif Gojek yang masuk ke kantor,” kata Mustakim.

Andry Wibowo, Kapolres Metro Jakarta Timur membenarkan jika Julianto Sudrajat telah melaporkan kasusnya itu ke Polsek Jakarta Timur.

“Iya. Laporan itu sudah masuk dari kemarin, ke Polsek Matraman,” kata Andry.

Sampai saat ini, dirinya mengaku jika pihaknya masih melakukan proses penyelidikan. Pihaknya akan mengungkap apakah kasus ini benar – benar berlatar belakang dendam asmara atau tidak.

“Ini yang juga ladi di lidi. Jadi sabar. Tetapi yang bersangkutan juga sudah membayar makanan tersebut ke driver Gojek sebab merasa iba,” ujar Andry.

Be Sociable, Share!