Kabar Nasional – Kisah Asmara Kandas, Teror Dengan Order Fiktif Gojek? (Bagian II)

Sementara Ahmad Maulana yang mengaku bertemu dengan wanita yang berinisial A di media sosial Facebook. Akan tetai ketika bertemu fotonya dengan aslinya berbeda. “Pacarannya Cuma dalam waktu dua mingguan. Kenal juga lewat Facebook, ketemu juga didekat rumahnya. Saya samperin, eh ternyata beda dengan fotonya di Facebook,” kata Ahmad saat ditemui di Tanah Abang, Jakarta Pusat.

Walaupun wajah A berbeda dengan foto yang ada di Facebooknya, Ahmad juga mencoba untuk melanjutkan menjalin hubungan dengan wanita itu. dirinya bahkan juga belum pernah bertemu dengan keluarga A.

“Pernah saat itu ke rumahnya tepat dua minggu sebelum puasa. Biasa saja, Cuma silaturahmi kedua orang tuanya,” jelas Ahmad.

Setelah berjalan dua mingguan, Ahmad mengatakan jika A pernah memintanya untuk segera menikahi dia. Akan tetapi, Ahmad belum juga menemukan rasa suka pada perempuan itu dan akhirnya Ahmad memutuskan hubunga yang sudah dijalinnya dengan A.

Sikap yang diambil oleh petugas PPSU dengan memutuskan hubungan asmaranya membuat A tidak suka. Apalagi saat itu Ahmad sempat meminjam uang pada A sebesar Rp 200 ribu untuk mengisi kuota interner.

Dari situlah, kata Ahmad, A mulai menerornya, walaupun belakangan utang uang tersebut juga sudah dibayar. “ Saya sudah melunasinya, tapi masih juga diteror. Datang makanan. Dia WA,” terang Ahmad.

Teror tersebut berlangsung ketika bulan Ramadhan Juni lalu. Pada aksi teror pertama, Ahmad dikirmi martabak yang harnganya Rp 300 ribu. Tetapi orderan tersebut tak dibayarkan di tempat kerjanya. Lalu berlanjut ke kiriman nasi goreng yang seharga Rp 350 ribu yang juga tak dibayarnya.

“Pada orderan yang ketiga saya bayar senilai Rp 500 ribu, ada lima kotak totalnya,” terang Ahmad.

Dia merasa yakin jika teror tersebut dilakukan oleh A, sebab saat hubungan asmara yang dijalinnya putus, Ahmad sempat mendapatkan ancaman dari A.

“Dari awal saya diancem. Kalau putus, kamu akan dapat masalah. Saya akan teror dari pihak online. Saya gak tahu apa itu online. Eh ternyata Grab Bike, Gojek, sama yang mobil Go-Car semuanya dipesenin itu juga. Terus makanan dibawa kerumah saya, sampai kedua orang tua saya marah – marah,” cerita Ahmad.

About The Author