Kabar Nasional – Kisah Siswa SMP Melompat dari Angkot yang Berisi Penodong

 

Suasana cerita dari 5 siswa SMPN 2 Bandung tiba – tiba telah berubah menjadi horror ketika perjalanan pulang dengan menumpangi angkot. Pada angkot dengan jurusan Kebon Kelapa – Dago. Jantung dari para bocah lelaki tersebut, langsung kencang ketika seorang penodong telah mengancam mereka serta berucap akan menghabisi nyawanya.

“Kami panik dan takut,” ujar FT, salah seorang korban yang telah berbagi kisah menyeramkan itu di SMPN 2 Bandung pada Jum’at 18/11/2016.

Pada kemarin sore, tepatnya Kamis 17/11/2016 sekitar jam 15:30 WIB, setelah jam pelajaran selesai. FT dan teman – temannya, gf, BB, FT, DA serta MDA telah naik angkot yang bercat hijau di depan sekolahnya. Mereka semua kelas 7, namun berbeda kelas.

“Pada awalnya kami berenam ingin pulang bareng dengan menggunakan angkot. Hanya satu teman yang telah dijemput oleh orang tuanya. Sehingga, akhirnya tersisa lima orang, dimana saya termasih diantaranya. Kami pun setiap hari selalu bersama – sama memakai angkot sebab kami satu arah menuju jalan pulang,” ujar FT.

Angkot Kebon Kelapa memang telah ngetem ketika mereka keluar dari gedung sekolah dan dalam jok penumpang memang dalam keadaan kosong. Hanya ada seorang sopir serta seorang pria dewasa yang sedang duduk di depan. Lantas kelimanya pun bergegas untuk masuk ke dalam angkot tanpa merasa curiga sedikit pun.

“Saya enggat inget berapa pelat nomor angkot tersebut,” ujar FT.

Di sepanjang perjalanan, bocah – bocah tersebut bersenda gurau. Sewaktu perjalanan sampai pada perempatan Jalang engkong Besar, angkot berhenti karena traffic light berwarna merah. FT mengungkapkan bahwa pada samping kiri angkot tersebut, terdapat dua pria yang berboncengan dengan menggunakan sepeda motor.

FT pun menjelaskan bahwa pria yang dibonceng turun kemudian naik angkot yang telah mereka tumpangi. Pria tersebut menggunakan helm half face serta berbicara pada sopir bahwa berniat naik Angkot. Sopir pun mengizinkannya.

“Saya curiga, sebab pria itu memakai hel serta duduk pada jok yang berdekatan dengan pintu masuk. Kemudian tasnya dipindah menuju depan,” jelas FT.

Ketika lampu hijau telah menyala, angkot tersebut kembali berjalan. “Pelaku lantas menodongkan senjata tajam,” imbuhnya.

Penodong mengancam akan membunuh mereka jika tak menyerahkan uang maupun hp.

“Teman saya, MDA telah menyerahkan uang 2000. Kami membawa hp, namun ada di dalam tas,” kata FT.

Saat penodong bergeser posisi, kemudian mereka meloncat. Mulai BB, MBA, FT serta GF. DA akhirnya diturunkan dari angkot itu 600 meter dari tempat keempat siswa itu meloloskan diri.

Be Sociable, Share!